Aktivis Lingkungan Soroti Darurat Sampah Plastik Flores
- 22 Mei 2026 12:28 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Persoalan sampah plastik mulai menjadi ancaman lingkungan yang semakin serius di Flores. Yayasan Tananua Flores menilai meningkatnya volume sampah plastik belum diimbangi dengan kesadaran masyarakat dan sistem pengelolaan lingkungan yang memadai.
Aktivis lingkungan dari Yayasan Tananua, Hironimus Pala, dalam dialog di Pro 1 RRI pada 25 April 2026 mengatakan sampah plastik kini tidak hanya ditemukan di kawasan perkotaan, tetapi juga mulai mencemari desa, pesisir pantai, hingga area pertanian masyarakat. Kondisi tersebut dikhawatirkan berdampak terhadap kesehatan lingkungan dan kualitas hidup warga.
Menurutnya, persoalan sampah plastik kerap dianggap masalah biasa karena dampaknya tidak langsung terlihat. Padahal, pencemaran plastik dapat merusak tanah, mencemari sumber air, hingga mengganggu ekosistem laut yang menjadi sumber penghidupan masyarakat pesisir.
Selain sampah plastik, Flores juga menghadapi persoalan kerusakan mata air dan degradasi lahan akibat alih fungsi lahan serta penggunaan bahan kimia pertanian secara berlebihan. Namun, sampah plastik disebut menjadi ancaman paling dekat dengan kehidupan masyarakat sehari-hari.
“Kesadaran masyarakat tentang bahaya sampah plastik masih perlu diperkuat karena dampaknya sangat besar terhadap lingkungan,” ujar Hironimus Pala.
Tananua menilai pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga menjadi langkah penting yang perlu segera dibangun. Masyarakat didorong mulai memilah sampah organik dan anorganik secara mandiri untuk mengurangi pencemaran lingkungan.
Persoalan sampah plastik juga dinilai berkaitan erat dengan pola konsumsi masyarakat yang semakin bergantung pada produk sekali pakai. Tanpa perubahan pola hidup dan pengelolaan sampah yang baik, pencemaran lingkungan diperkirakan akan terus meningkat.
Selain mendorong kesadaran masyarakat, Tananua meminta pemerintah daerah memperkuat layanan pengangkutan dan pengolahan sampah hingga menjangkau wilayah desa. Penyediaan fasilitas pemilahan sampah juga dinilai penting untuk mendukung pengurangan sampah plastik.
Tananua juga mengajak masyarakat kembali menghidupkan budaya menjaga lingkungan melalui aksi sederhana seperti membawa wadah sendiri, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta menjaga kebersihan sumber air dan kawasan pesisir.
Menurut Tananua, persoalan lingkungan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Sampah plastik yang terus menumpuk bukan hanya merusak alam, tetapi juga mengancam kesehatan, sumber pangan, dan masa depan generasi mendatang.
“Mengurangi sampah plastik bukan hanya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi menjaga kehidupan manusia itu sendiri,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....