Tananua Bangun Kesadaran Lingkungan dari Desa, Bukan Sekadar Bagi Bantuan

  • 22 Mei 2026 10:17 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Yayasan Tananua Flores memilih membangun kesadaran dan kemandirian masyarakat dibanding hanya menyalurkan bantuan fisik dalam program pendampingan desa. Pendekatan itu dilakukan untuk mendorong masyarakat menjadi pelaku utama dalam menjaga lingkungan dan membangun kehidupan berkelanjutan.

Dalam setiap pendampingan desa, Tananua tidak langsung membawa program bantuan. Langkah awal yang dilakukan justru membangun komunikasi dengan tokoh adat, pemerintah desa, serta masyarakat setempat untuk menciptakan kepercayaan dan memahami kondisi sosial masyarakat.

“Tananua menempatkan masyarakat sebagai pemimpin dalam proses pembangunan, bukan sekadar penerima bantuan,” Kata Aktivis lingkungan dari Yayasan Tananua, Hironimus Pala, dalam dialog di Pro 1 RRI pada 25 April 2026

Setelah proses pendekatan awal, Tananua melakukan pemetaan potensi dan persoalan desa secara partisipatif bersama masyarakat. Metode tersebut digunakan untuk menggali kebutuhan warga, mulai dari kondisi lahan, sumber air, hingga persoalan ekonomi dan lingkungan yang dihadapi desa.

Tananua juga memfasilitasi pembentukan dan penguatan kelompok tani, nelayan, perempuan, serta pemuda sebagai ruang belajar bersama dan pengambilan keputusan kolektif. Kelompok-kelompok tersebut kemudian menjadi penggerak utama berbagai program desa.

Selain itu, pendampingan dilakukan melalui dialog yang disebut “membangun dari mimpi”. Dalam proses itu, masyarakat diajak memetakan situasi desa sekaligus membangun kembali rasa percaya diri untuk mengelola sumber daya lokal secara mandiri.

Menurut Tananua, pendekatan berbasis masyarakat menjadi penting dalam menjaga lingkungan karena mampu menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab warga terhadap alam di sekitar mereka. Ketika masyarakat merasa menjadi bagian dari proses, upaya pelestarian lingkungan dinilai lebih mudah berjalan dan berkelanjutan.

Pendekatan tersebut juga dianggap lebih efektif karena masyarakat lokal memiliki pengetahuan tentang kondisi ekosistem dan budaya setempat. Dengan demikian, solusi yang dibangun dinilai lebih sesuai dengan kebutuhan dan kondisi desa.

Dalam membangun kepercayaan masyarakat, Tananua menerapkan pendekatan pendampingan intensif melalui pola tinggal bersama warga atau live-in. Pendamping lapangan hidup bersama masyarakat untuk memahami kebutuhan nyata sekaligus membangun hubungan emosional dengan warga desa.

Program pendampingan juga disesuaikan dengan budaya lokal masyarakat Flores, termasuk melalui konsep “Uma, Sao, Rega” yang menghubungkan kebun, rumah, dan pasar dalam pengembangan pertanian berkelanjutan.

Selain penguatan kelompok masyarakat, Tananua juga melakukan pelatihan kepemimpinan, pengelolaan keuangan keluarga, hingga pertukaran pengetahuan antarpetani melalui magang dan kunjungan silang. Petani yang berhasil dinilai menjadi contoh pembelajaran langsung bagi masyarakat di desa lain.

Pendekatan tersebut dinilai berhasil meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan. Di sejumlah desa dampingan, warga mulai melakukan aksi nyata seperti pelestarian kawasan perikanan dan pengelolaan sumber daya alam secara mandiri sebagai bentuk rasa memiliki terhadap lingkungan mereka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....