Panen Raya Green Skills Project Dorong Pemberdayaan Petani Muda Manggarai
- 22 Mei 2026 10:25 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai - Panen Raya Green Skills Project bertajuk Pemberdayaan Petani Muda untuk Pengembangan Praktik Pertanian Cerdas Iklim di Manggarai, Indonesia sukses digelar di Podor, Desa Timbu, Kecamatan Cibal Barat, Kamis, 21 Mei 2026. Program ini dinilai sebagai langkah nyata dalam memberdayakan generasi muda melalui pengembangan pertanian hortikultura yang ramah lingkungan.
Suksesnya panen raya ini berkat kolaborasi Pemerintah Kabupaten Manggarai bersama Yayasan Plan International Indonesia, Plan International Hongkong, dan Rhythm Foundation. Selain dihadiri Asisten II Sekda Manggarai, Petrus Calestinus Masangkat, dan jajaran pimpinan OPD, kegiatan ini juga diikuti oleh perwakilan lembaga mitra, Camat Cibal Barat, para kepala desa, fasilitator proyek, tokoh masyarakat, serta kelompok tani muda setempat.
Membacakan sambutan tertulis Bupati Manggarai, Herybertus G. L. Nabit, Asisten II Sekda Manggarai, Petrus Calestinus Masangkat, menegaskan bahwa masa depan sektor pertanian daerah berada di tangan generasi muda yang inovatif. “Panen raya ini merupakan simbol keberhasilan pengembangan keterampilan hijau bagi generasi muda kita. Ke depan, pembangunan pertanian harus ramah lingkungan, adaptif, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Bupati dalam sambutan tertulisnya juga menyoroti peluang besar yang terbuka di sektor hortikultura organik, yang dinilai memiliki pasar menjanjikan, terutama untuk mendukung kebutuhan kawasan pariwisata premium di Labuan Bajo. Ia menegaskan, keberhasilan pengembangan pertanian tersebut merupakan hasil proses panjang yang tidak diraih secara instan.
Program Director Plan International Indonesia, Ida Ngurah, menyebut terdapat proses pendampingan panjang di balik capaian itu. Sebanyak 209 petani muda yang tergabung dalam 11 kelompok di enam desa dampingan telah dibekali berbagai pelatihan, mulai dari pengelolaan irigasi, pembuatan pupuk organik, hingga manajemen kewirausahaan desa.
“Terima kasih kepada kaum muda Manggarai yang telah mempercayai kami untuk belajar dan bertumbuh bersama. Ini menjadi modal penting dalam menjaga ketahanan pangan dan membangun ekonomi hijau daerah,” ungkap Ida Ngurah.
Apresiasi juga disampaikan perwakilan Rhythm Foundation, Syahirah Jhan, yang mengaku kagum dengan daya juang komunitas lokal dalam menghadapi tantangan cuaca ekstrem dan keterbatasan akses pasar. Menurutnya, hasil panen bukan hanya soal komoditas pertanian, tetapi juga mencerminkan tumbuhnya rasa percaya diri dan kepemimpinan anak muda desa.
Kegiatan kemudian ditutup dengan panen simbolis oleh para pejabat dan perwakilan lembaga di lahan pertanian. Mereka memanen berbagai komoditas seperti tomat, bunga kol, berbagai jenis cabai, kacang-kacangan,mentimun, juga sayur kol serta sayuran lainya secara simbolis.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....