Wisata Wae Rebo Masih Ditutup, Jaga Keselamatan Wisatawan
- 22 Mei 2026 10:07 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai - Imbas longsor di jalur trekking pada 19 Mei lalu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai, Aloysius Jebarut, menegaskan penutupan akses ke Wae Rebo dilakukan demi keselamatan dan keamanan wisatawan serta masyarakat sekitar.
Kepada RRI, Kadis Aloysius mengungkapkan pemerintah daerah mendukung penuh keputusan tersebut sambil terus berupaya agar kondisi segera pulih sehingga akses wisata dapat kembali dibuka. "Kami berharap kondisi ini segera pulih dan situasi dapat kembali normal," ujarnya Kamis, 21 Mei 2026.
Saat ini, dinas juga intens melakukan koordinasi lintas sektor bersama BPBD, Dinas PUPR, pemerintah kecamatan Satar Mese Barat, pemerintah desa, serta masyarakat setempat dalam penanganan material longsor di sepanjang jalur trekking. "Kami melakukan koordinasi lintas sektor, antara lain dengan BPBD, Dinas PUPR, Pemerintah Kecamatan Satar Mese Barat, pemerintah desa, serta masyarakat setempat untuk penanganan material longsor," ungkapnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, koordinasi juga dilakukan dengan pengelola destinasi dan masyarakat adat Wae Rebo agar proses perbaikan akses berjalan efektif serta tetap memperhatikan aspek keselamatan di lapangan. Selain itu, Dinas Pariwisata terus uldate menyampaikan perkembangan kondisi jalur secara berkala kepada para pelaku wisata.
Untuk sementara waktu, wisatawan belum diperbolehkan melakukan perjalanan menuju Wae Rebo karena kondisi jalur masih dinilai berbahaya untuk dilalui. Penutupan ini akan terus diberlakukan hingga kondisi benar-benar dinyatakan aman.
Diketahui, hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Manggarai dalam sepekan terakhir memicu terjadinya longsor di sejumlah titik jalur trekking menuju Wae Rebo. Akibatnya, akses utama wisata tersebut terputus dan hingga kini belum dapat dilalui kembali.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....