Wadah Bensin Dekat Kompor Diduga Picu Kebakaran Maut di Manggarai
- 22 Mei 2026 10:01 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai – Sambaran api dari kompor ke wadah penampungan bensin eceran di dalam botol diduga kuat menjadi pemicu kebakaran hebat di Wae Buka, Kelurahan Satar Tacik, Kabupaten Manggarai, Kamis pagi, 21 Mei 2026. Peristiwa tragis ini menyebabkan Melania Ganung (61), seorang penjual sayur yang tinggal di lapak semi permanen itu meninggal dunia setelah terjebak di tengah kobaran api.
Informasi tersebut disampaikan Ketua RT 002 Wae Buka, Rikardus Ganis, kepada RRI di lokasi kejadian. Dugaan penyebab kebakaran diperkuat oleh keterangan tetangga lapak, Elisabet Jedau (67) yang menuturkan botol-botol bensin eceran diletakkan terlalu dekat dengan kompor.
Rikardus menjelaskan, peristiwa kebakaran terjadi tidak lama setelah Melania pulang dari misa pagi di Gereja Paroki Kumba. Saat itu, Melania diduga menyalakan kompor untuk memanaskan sayur sebagai menu sarapan.
Namun, posisi kompor berada sangat dekat dengan jeriken serta botol-botol berisi bensin dan minyak tanah yang dijual sehari-hari di lapak tersebut, sehingga api dengan cepat menyambar bahan bakar yang mudah terbakar. "Jadi dia nyalakan kompor, dia mau panas sayur setelah itu, dia sementara makan, dia kemudian teriak dari dalam, tolong!" Ujar Rikardus.
Meski sempat berteriak meminta tolong, kobaran api yang dengan cepat membesar membuat Melania tidak sempat menyelamatkan diri. Sejumlah warga dilokasi juga berusaha memberikan pertolongan menggunakan alat seadanya, namun derasnya api membuat upaya penyelamatan tidak dapat dilakukan.
Melania akhirnya ditemukan meninggal dunia di lokasi kejadian dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Isak tangis keluarga dan warga pecah saat jenazahnya tiba menggunakan mobil ambulans setelah sebelumnya dibawa ke RSUD Ben Mboi Ruteng untuk dibersihkan.
Kepergian Melania meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar. Almarhumah dikenal sebagai sosok pekerja keras dan sederhana. Perempuan asal Dalo, Kecamatan Ruteng itu selama ini berjuang menghidupi lima orang anaknya dengan membuka lapak sayuran sekaligus menjual bensin eceran.
Amukan si jago merah juga melalap bengkel sepeda motor milik Feliks yang berada tepat di depan lokasi kebakaran. Feliks mengaku bengkel yang dirintisnya sejak tiga tahun terakhir kini rata dengan tanah dan terpaksa ditutup total setelah seluruh isi bengkel ludes terbakar.
Kerugian material akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai Rp300 juta. Sedikitnya tujuh unit sepeda motor milik pelanggan hangus terbakar hingga hanya menyisakan kerangka. Selain itu, seluruh peralatan kerja, stok oli, dan suku cadang di bengkel tersebut juga tidak dapat diselamatkan.
Mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi sekitar 30 menit setelah api membesar dan langsung berupaya memadamkan area bengkel agar api tidak merembet ke permukiman warga lainnya. Namun, besarnya kobaran api membuat seluruh isi bengkel tidak sempat terselamatkan. Aparat kepolisian juga telah memasang garis polisi di lokasi kejadian.
Tragedi kebakaran di Wae Buka ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menyimpan bahan bakar cair yang mudah terbakar, terutama di area yang berdekatan dengan sumber api, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....