Pemkab Flores Timur Perkuat Rekonsiliasi Damai Pascakonflik Adonara Timur

  • 21 Mei 2026 19:49 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Flores Timur – Upaya rekonsiliasi damai pascakonflik antarwarga di Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, terus diperkuat melalui kerja sama pemerintah daerah, TNI-Polri, tokoh adat, dan pemerintah desa. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga situasi keamanan tetap aman dan kondusif di wilayah itu.

Pertemuan rekonsiliasi berlangsung pada Selasa 19 Mei 2026 di Desa Waiburak dan Desa Narasaosina yang sebelumnya terlibat konflik antarwarga. Kegiatan dilakukan secara terpisah dengan melibatkan unsur pemerintah daerah, aparat keamanan, serta tokoh masyarakat setempat.

Dalam kegiatan tersebut, Batuud Koramil 1624-02/Adonara Serma Saiful Rate bersama Sertu Sudirman Toyib hadir mewakili Danramil 1624-02/Adonara Mayor Inf. Paulus Ibi Weking. Pertemuan dipimpin Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Flores Timur, Lorensius Yitno Wada.

Kehadiran TNI dan Polri menjadi bentuk sinergitas aparat keamanan bersama pemerintah daerah dalam mengawal proses perdamaian di tengah masyarakat. Aparat juga terus mengedepankan pendekatan persuasif dan komunikasi humanis untuk memperkuat hubungan persaudaraan antarwarga.

Kepala Badan Kesbangpol Flores Timur, Lorensius Yitno Wada, mengatakan pemerintah daerah terus membangun komunikasi lanjutan pascapertemuan kedua kepala desa bersama Wakil Bupati Flores Timur dan Ketua DPRD Flores Timur. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk menjaga stabilitas wilayah.

Ia menilai penyerahan senjata api rakitan oleh kedua belah pihak menjadi tanda positif sekaligus bentuk itikad baik menuju perdamaian. Pemerintah berharap langkah tersebut dapat memperkuat proses rekonsiliasi antarwarga di Adonara Timur.

Selain itu, pemerintah daerah bersama TNI-Polri meminta masyarakat menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Warga juga diimbau mengedepankan penyelesaian secara damai demi menjaga keamanan dan ketertiban wilayah.

Pemkab Flores Timur juga berencana menggelar seminar yang melibatkan seluruh kepala desa terkait penanganan konflik sosial. Kegiatan itu diharapkan dapat menjadi langkah pencegahan agar konflik serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari.

Kepala Desa Waiburak, Muhamad Saleh, mengatakan masyarakat sangat berharap rekonsiliasi damai dapat segera terlaksana. Ia menegaskan pemerintah desa siap melibatkan tokoh adat, tokoh masyarakat, dan unsur keamanan dalam pembahasan perdamaian.

Sementara itu, Ketua BPBD Desa Narasaosina sekaligus tokoh adat, Dominikus Daton, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah serta TNI-Polri atas upaya membangun komunikasi damai antarwarga. Menurutnya, tokoh adat akan menggelar rembuk lewotana untuk membahas tahapan rekonsiliasi dan langkah-langkah perdamaian.

Terpisah, Danramil 1624-02/Adonara Mayor Inf. Paulus Ibi Weking menegaskan Koramil bersama Polri akan terus mendukung setiap upaya pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas keamanan di Adonara Timur. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga persaudaraan, menahan diri, dan bersama-sama menciptakan situasi yang aman dan damai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....