Warga Adonara Timur Serahkan Senjata Rakitan Secara Sukarela

  • 21 Mei 2026 19:49 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Larantuka – Warga Dusun Bele, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, menyerahkan senjata api rakitan secara sukarela kepada pihak kepolisian sebagai bagian dari upaya menjaga situasi keamanan pascakonflik tetap kondusif. Penyerahan tersebut berlangsung pada Senin 18 Mei 2026 dan disaksikan langsung oleh Komandan Kodim 1624/Flores Timur, Letkol Inf Erly Merlian.

Proses penyerahan senjata rakitan dipimpin Kapolres Flores Timur, AKBP Adhitya Octorio Putra. Kegiatan itu menjadi simbol meningkatnya kesadaran hukum masyarakat sekaligus komitmen bersama untuk menjaga perdamaian di wilayah Adonara Timur.

Sinergi antara TNI dan Polri dinilai menjadi faktor penting dalam memulihkan kondisi sosial masyarakat pascakonflik. Aparat keamanan terus melakukan pendekatan humanis dan edukasi persuasif kepada warga guna mencegah potensi konflik susulan.

Kehadiran jajaran Kodim 1624/Flores Timur dalam kegiatan tersebut juga menjadi bentuk dukungan terhadap proses rekonsiliasi warga. Aparat berharap langkah preventif melalui penyerahan senjata secara sukarela dapat memperkuat stabilitas keamanan di wilayah itu.

Dandim 1624/Flores Timur, Letkol Inf Erly Merlian, menyampaikan apresiasi kepada warga Dusun Bele yang secara sukarela menyerahkan senjata api rakitan. Ia menilai langkah tersebut menunjukkan keinginan masyarakat untuk hidup damai dan aman.

“Kami sangat mengapresiasi langkah maju yang diambil oleh warga Dusun Bele. Menyerahkan senjata api rakitan secara sukarela adalah bukti nyata bahwa masyarakat merindukan kedamaian dan ingin hidup tenang,” ujar Letkol Erly Merlian.

Menurutnya, TNI bersama Polri akan terus hadir untuk menjaga keamanan dan mendukung pemberdayaan wilayah. Namun, ia menegaskan pondasi utama perdamaian tetap berada di tangan masyarakat melalui semangat persaudaraan dan kebersamaan.

Dandim juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kondusivitas wilayah dan memperkuat persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ia berharap masyarakat lebih mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan sosial.

Penyerahan senjata rakitan tersebut diharapkan menjadi contoh bagi wilayah lain dalam membangun perdamaian berbasis kesadaran hukum masyarakat. Langkah itu juga dinilai penting untuk memutus potensi konflik dan menjaga stabilitas keamanan di Flores Timur.

Dengan situasi yang semakin kondusif, aparat keamanan berharap masyarakat dapat kembali fokus pada pembangunan desa dan aktivitas sosial ekonomi secara normal. Upaya menjaga keamanan dinilai menjadi tanggung jawab bersama antara aparat dan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....