Kebakaran di Satar Tacik, Satu Warga Meninggal Dunia

  • 21 Mei 2026 15:35 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai - Peristiwa kebakaran hebat terjadi di wilayah Kumba, Kelurahan Satar Tacik, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, Kamis, 21 Mei 2026 pagi. Musibah yang terjadi sekitar pukul 08.00 Wita itu menghanguskan dua unit lapak penjualan sayur dan satu bangunan bengkel. Dalam kejadian tersebut, seorang warga bernama Melania Ganu (61), petani asal Wae Buka, ditemukan meninggal dunia di lokasi kebakaran.

Berdasarkan keterangan saksi, api pertama kali diketahui setelah Elisabet Jedaun mendengar teriakan korban dari dalam lapak. Saat warga mendatangi lokasi, kobaran api sudah membesar dan dengan cepat menjalar ke seluruh bangunan semi permanen serta bengkel di sampingnya. Warga sekitar kemudian berupaya melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya sambil menunggu bantuan petugas datang ke lokasi kejadian.

Mendapat laporan kebakaran, personel Polres Manggarai bergerak cepat menuju tempat kejadian perkara bersama Unit Pemadam Kebakaran Pemerintah Daerah Manggarai. Petugas gabungan akhirnya berhasil memadamkan api sekitar pukul 08.30 Wita setelah melakukan upaya pemadaman intensif. Setelah api berhasil dikendalikan, petugas melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap puing-puing bangunan yang hangus terbakar.

Dari hasil pengecekan di lokasi, petugas menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia di dalam puing lapak dengan tubuh hangus terbakar. Selain itu, di dalam bangunan bengkel ditemukan kerangka sepeda motor dan sejumlah suku cadang kendaraan yang turut ludes dilalap api. Berdasarkan informasi warga dan hasil identifikasi awal, korban diketahui sehari-hari menjual sayur sekaligus bensin eceran yang disimpan di dekat area memasak menggunakan kompor.

Polres Manggarai menduga kebakaran dipicu sambaran api kompor yang mengenai bensin di sekitar lokasi memasak sehingga api cepat membesar. Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUD Ruteng untuk pemeriksaan medis.

Hasil pemeriksaan dokter menyatakan korban mengalami luka bakar 100 persen di seluruh tubuh. Pihak keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Polres Manggarai juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati menggunakan api di sekitar bahan bakar dan barang mudah terbakar guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....