Partisipasi Minim Warnai FLS3N O2SN SMK Sikka

  • 21 Mei 2026 11:54 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Sikka – Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) dan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat SMK di Kabupaten Sikka tahun 2026 hanya diikuti lima sekolah. Jumlah itu jauh dari total 21 SMK yang tersebar di wilayah Kabupaten Sikka sehingga atmosfer persaingan dinilai kurang kompetitif.

Lima sekolah yang ambil bagian yakni SMKN 1 Maumere, SMKS Yohanes XXIII, SMK Santo Gabriel, SMKN 3 Maumere, dan SMK Bina Maritim. Cabang yang diperlombakan pada FLS3N meliputi solo vokal, seni tari, dan monolog, sedangkan O2SN mempertandingkan badminton, atletik, renang, dan pencak silat.

Kegiatan yang digelar Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK itu dibuka di Aula SMKS Yohanes XXIII Maumere, Rabu 20 Mei 2026, bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional. Pembukaan dilakukan Koordinator Pengawas Pendidikan Menengah dan PLB Kabupaten Sikka dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Mikael Maran.

Menurut jadwal, perlombaan berlangsung hingga Sabtu 23 Mei 2026 di sejumlah lokasi berbeda. Venue yang digunakan antara lain Aula SMKS Yohanes XXIII, Lapangan HM Infinity Sport and Cafe, Gelora Samador da Cunha Maumere, serta Kolam Renang Hotel Wailiti.

Cabang atletik diperkirakan menjadi salah satu nomor yang menyedot perhatian peserta dan pendamping sekolah. Meski hanya diikuti 10 atlet, terdiri dari lima putra dan lima putri, persaingan diprediksi berlangsung ketat karena penilaian ditentukan dari akumulasi poin lima nomor lomba.

Nomor yang dipertandingkan dalam atletik yakni lari 100 meter, lari 400 meter, lompat jauh, tolak peluru, dan lempar lembing. Perlombaan cabang tersebut dijadwalkan berlangsung Kamis 21 Mei 2026 di Gelora Samador da Cunha Maumere.

Dalam sambutannya, Mikael Maran menegaskan FLS3N dan O2SN merupakan agenda tahunan untuk mengembangkan potensi siswa di bidang seni dan olahraga. Ia meminta sekolah lebih serius mendata bakat siswa sejak awal tahun ajaran agar pembinaan dapat dilakukan secara berkelanjutan.

“Potensi yang ada pada siswa tidak boleh surut,” ujar Mikael Maran di hadapan para kepala sekolah dan guru pendamping. Ia juga meminta guru kesiswaan, guru BK, dan wali kelas membentuk kelompok minat dan bakat sesuai passion siswa.

Menurutnya, siswa berbakat perlu mendapat pendampingan sejak dini agar kemampuan mereka berkembang maksimal. Selain penguasaan pengetahuan dan teknologi, lulusan SMK juga dituntut memiliki keterampilan dan kemampuan performa yang baik.

Mikael Maran turut mengingatkan pentingnya sportivitas, kerja keras, kejujuran, dan semangat pantang menyerah dalam kompetisi. Ia berharap kegiatan itu mampu membentuk karakter siswa yang siap menghadapi dunia kerja dan kehidupan sosial masyarakat.

Usai seremoni pembukaan, lomba solo vokal, seni tari, dan monolog langsung digelar. Tiga cabang seni tersebut hanya diikuti SMKN 3 Maumere dan SMKS Yohanes XXIII, dengan seluruh gelar juara berhasil diborong SMKN 3 Maumere.

Cabang badminton juga telah dipertandingkan dengan peserta dari SMKS Yohanes XXIII, SMK Santo Gabriel, dan SMKN 3 Maumere. Atlet SMKN 3 Maumere kembali tampil dominan setelah mengungguli dua lawannya dalam pertandingan tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....