Uniflor Gandeng SBD, Dorong Ilmu Jadi Solusi Nyata untuk Rakyat

  • 15 Mei 2026 10:01 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • Universitas Flores menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya melalui penandatanganan MoU di Ende.
  • Kolaborasi bertujuan mendorong konsep “kampus berdampak” yang menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.
  • Ilmu pengetahuan diharapkan tidak berhenti di ruang kelas, tetapi diterapkan langsung untuk pembangunan daerah.
  • Ratu Wulla menyambut baik kerja sama sebagai peluang strategis di tengah keterbatasan anggaran.
  • emkab SBD menilai kolaborasi dengan perguruan tinggi penting untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan.

RRI.CO.ID, Ende — Universitas Flores (Uniflor) menggandeng Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) untuk memastikan ilmu pengetahuan tidak berhenti di ruang kelas. Ilmu tersebut diharapkan benar-benar hadir sebagai solusi nyata bagi kehidupan masyarakat.

Rektor Universitas Flores, Dr. Willybrordus Lanamana, dalam kegiatan penandatanganan MoU antara Universitas Flores Ende dengan Pemerintah kabupaten Sumba Barat Daya menegaskan bahwa perguruan tinggi harus keluar dari pola lama yang cenderung eksklusif. Menurutnya, ilmu pengetahuan harus diimplementasikan secara nyata melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Kampus tidak boleh hanya menjadi menara gading. Ilmu yang kita miliki harus dibawa ke masyarakat untuk menjawab persoalan riil,” ujarnya Kamis, 14 Mei 2026.

Ia menjelaskan, Uniflor memiliki berbagai bidang keilmuan seperti pertanian, pendidikan, ekonomi, dan teknik yang siap berkontribusi dalam pembangunan daerah. Implementasi kerja sama ini akan diwujudkan melalui program konkret seperti Kuliah Kerja Nyata (KKN), magang, penelitian terapan, serta pengabdian masyarakat yang menyasar kebutuhan lokal.

Sementara itu, Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Wulla menyambut baik kolaborasi tersebut sebagai peluang penting di tengah tantangan pembangunan daerah. Ia juga menyoroti keterbatasan anggaran yang dihadapi, namun tetap optimistis kerja sama ini dapat memberikan solusi.

“Ini menjadi tantangan bagi kami untuk tetap bergerak dan mencari peluang. Kerja sama ini adalah salah satu bentuk upaya untuk mempercepat pembangunan daerah,” katanya.

Ratu Wulla menekankan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi prioritas utama, terutama dalam menghadapi bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045. Ia menilai, potensi besar daerah di sektor pariwisata, pertanian, dan perkebunan tidak akan optimal tanpa didukung SDM yang kompeten.

“Sumba adalah masa depan. Namun masa depan itu harus dipersiapkan dengan sumber daya manusia yang unggul,” ucapnya tegas.

Melalui kerja sama ini, kedua pihak berharap tercipta sinergi yang berkelanjutan antara dunia akademik dan pemerintah daerah. Kehadiran perguruan tinggi diharapkan tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga memberikan solusi nyata bagi berbagai persoalan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....