Merangkai Nada dan Pelayanan, Dedikasi Vekren untuk Musik Liturgi
- 15 Mei 2026 00:07 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende — Di balik lantunan merdu paduan suara pada Perayaan Kenaikan Yesus Kristus di Gereja St. Arnoldus Janssen, Stasi Mbomba, Kamis 14 Mei 2026, tersimpan kisah tentang dedikasi seorang pemuda yang memilih melayani lewat musik. Ia adalah Dominic Vekren Datos, akrab disapa Vekren, sosok muda yang dipercaya menjadi pelatih sekaligus organis kelompok koor pada perayaan tersebut.
Sejak awal, tantangan sudah menanti. Waktu persiapan yang hanya sekitar dua minggu setelah masa Paskah membuat proses latihan berjalan padat dan intensif. Di tengah keterbatasan itu, Vekren dan para anggota koor harus memastikan setiap nada, tempo, dan harmoni dapat menyatu dengan baik, termasuk kemampuan membaca notasi yang menjadi fokus utama latihan.
“Karena waktunya singkat, jadi kami benar-benar memaksimalkan latihan supaya bisa tampil baik pada perayaan hari ini,” ujarnya.
Perjalanan Vekren di dunia musik gereja bukanlah sesuatu yang instan. Semuanya berawal ketika ia masih duduk di bangku kelas 2 SMP, saat dirinya mulai bersentuhan dengan musik gereja sebagai organis. Dari kebiasaan itu, ia perlahan belajar memahami notasi dan teknik dasar melatih vokal, hingga akhirnya dipercaya memimpin paduan suara di lingkungan gerejanya saat ini.
Di luar Stasi Mbomba, Vekren lebih sering tampil sebagai pemain organ. Namun kecintaannya pada musik dan pengalaman panjangnya di gereja membuatnya berani melangkah lebih jauh sebagai pelatih koor, sebuah peran yang menuntut kesabaran sekaligus ketelitian.
Ia melihat masih banyak umat yang memiliki bakat bernyanyi, tetapi belum memahami teknik vokal yang benar. Hal itulah yang mendorongnya untuk terus terlibat dalam pembinaan paduan suara.
“Banyak yang bisa bernyanyi dengan baik, tetapi belum tentu bernyanyi dengan benar dalam teknik dan penguasaan suara,” katanya.
Dalam proses latihan, ia juga menghadapi tantangan lain, yakni keberagaman kualitas vokal para anggota koor. Sebagian anggota yang sudah lanjut usia mengalami keterbatasan suara, namun Vekren meyakini bahwa dengan latihan yang konsisten, kemampuan itu tetap bisa berkembang.
Bagi Vekren, disiplin dan ketekunan menjadi kunci utama sebuah paduan suara. Ia terus mendorong para anggota untuk aktif berlatih dan tidak mudah menyerah dalam proses belajar.
“Keberhasilan itu terjadi ketika kita mulai berlatih dan terus berlatih. Seribu langkah dimulai dari satu langkah kecil,” ucapnya.
Melalui perannya sebagai pelatih muda, Vekren berharap pelayanan musik liturgi di Stasi Mbomba terus bertumbuh. Ia juga ingin semakin banyak generasi muda gereja yang berani mengembangkan bakat musik dan terlibat aktif dalam pelayanan umat, menjadikan musik bukan sekadar suara, tetapi juga bentuk pengabdian.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....