Diutus Menjadi Saksi Kasih-Nya Sampai Akhir Zaman

  • 14 Mei 2026 07:31 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, ENDE – Peristiwa bersejarah di bukit Galilea menjadi momentum krusial bagi umat untuk memahami kembali arti sebuah kepercayaan besar di tengah keraguan manusiawi. Penyuluh Agama Katolik Kemenag Ende, Maria Matherdei Susana Dei, S.Ag dalam mutiara pagi Selasa, 14 Mei 2026 menegaskan bahwa penugasan dari Yesus yang telah bangkit adalah panggilan untuk melampaui batas kelemahan diri.

Misi agung untuk menjadikan semua bangsa sebagai murid Kristus bukan sekadar perintah dogmatis, melainkan sebuah amanah untuk membawa kedamaian yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat. Setiap pribadi diutus bukan karena telah mencapai taraf kesempurnaan, melainkan karena telah mengalami sentuhan kasih dan kuasa kebangkitan yang transformatif dalam hidupnya.

Maria menekankan bahwa di tengah dunia yang penuh dengan ketidakpastian, peran saksi kasih harus diwujudkan dalam tindakan konkret yang menyentuh persoalan kemanusiaan. Mengajar dan membaptis kini bermakna lebih luas, yakni menghadirkan kebenaran serta kasih yang merangkul siapa saja tanpa terkecuali di lingkungan sosial.

Tantangan zaman yang diwarnai penolakan dan rasa tidak berdaya sering kali membuat umat merasa kecil dalam menjalankan peran religiusnya. Namun, jaminan penyertaan Tuhan senantiasa hingga akhir zaman menjadi sumber kekuatan yang tidak pernah kadaluarsa bagi mereka yang berani melangkah.

Dalam kehidupan sehari-hari, kesaksian iman yang paling nyata ditemukan saat umat mampu menjadi pendamping bagi sesama yang sedang dirundung kedukaan atau beban hidup. Kunjungan doa kepada warga yang sakit merupakan wujud nyata dari kehadiran Tuhan yang tidak terbatas oleh dinding gereja semata.

Gerakan mengunjungi dan mendoakan sesama di bulan berahmat ini dipandang sebagai cara efektif untuk meruntuhkan sekat perbedaan dan memperkuat solidaritas komunitas. Melalui perjumpaan yang personal, pesan Injil tidak lagi menjadi narasi yang kaku tetapi menjelma menjadi kekuatan yang menguatkan hati yang rapuh.

Maria mengajak seluruh umat di wilayah Ende untuk melangkah dengan penuh keberanian sebagai pembawa harapan baru di tengah masyarakat. Kepercayaan yang diberikan Tuhan harus dijawab dengan dedikasi untuk terus membagikan kebaikan tanpa henti hingga akhir hayat.

Upaya kolektif dalam membangun persaudaraan sejati diharapkan dapat menjadi cerminan nyata dari kasih Kristus yang terus hidup di tengah dunia. Dengan penyertaan-Nya yang setia, setiap langkah kecil dalam berbuat baik akan membawa dampak besar bagi kedamaian dunia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....