Gunung Lewotobi Laki-laki Naik ke Level Siaga, Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaa

  • 12 Mei 2026 16:24 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Flores Timur – Pemerintah meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, setelah statusnya resmi naik menjadi Level III atau Siaga. Keputusan itu diumumkan PVMBG pada Selasa 12 Mei 2026 pukul 13.00 WITA menyusul meningkatnya aktivitas magmatik di dalam gunung api.

Selama periode 1 hingga 11 Mei 2026, aktivitas kegempaan Gunung Lewotobi Laki-laki mengalami lonjakan cukup signifikan. Gempa Vulkanik Dalam tercatat mendominasi dengan 21 sampai 32 kejadian per hari pada awal Mei.

Menurut PVMBG, peningkatan gempa Vulkanik Dalam menandakan adanya suplai magma yang kuat dari kedalaman menuju permukaan. Aktivitas tersebut kemudian menurun secara bertahap, tetapi masih berada di atas kondisi normal sehingga proses pengisian ulang magma diperkirakan masih berlangsung.

Aktivitas Tremor Non-Harmonik juga tercatat tinggi dengan 17 hingga 27 kejadian per hari. Kondisi ini menunjukkan sistem fluida di bagian dangkal gunung api masih aktif dan terus bergerak.

Di sisi lain, aktivitas permukaan mulai terlihat melalui guguran material dan hembusan dari area kawah. Fenomena itu muncul dalam beberapa hari pengamatan dan menjadi indikasi tekanan dari dalam mulai memengaruhi permukaan gunung.

PVMBG juga mencatat perubahan deformasi tubuh gunung berdasarkan alat tiltmeter di Wolorona. Data menunjukkan adanya inflasi atau penggelembungan tubuh gunung yang menandakan tekanan magma sedang meningkat di dalam sistem vulkanik Lewotobi Laki-laki.

Berdasarkan pola historis, kondisi saat ini dinilai memiliki kemiripan dengan fase awal sebelum erupsi tahun 2024. Namun demikian, aktivitas gempa dangkal belum berkembang sekuat saat fase erupsi besar tahun 2025.

Atas kondisi itu, masyarakat dan wisatawan dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi. Pemerintah juga meminta warga tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Warga di sekitar daerah aliran sungai yang berhulu di Gunung Lewotobi Laki-laki diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman banjir lahar saat hujan deras. Kawasan yang berpotensi terdampak antara lain Nawakote, Boru, Padang Pasir, Nobo, Hokeng Jaya, hingga Nurabelen.

Selain itu, masyarakat yang terdampak hujan abu dianjurkan menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut untuk melindungi saluran pernapasan. Abu vulkanik juga berpotensi mengganggu penerbangan apabila sebarannya menuju area bandara dan jalur lintasan pesawat.

Pemerintah daerah diminta terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera dan PVMBG Badan Geologi. Informasi terbaru mengenai aktivitas gunung api dapat diakses masyarakat melalui situs Magma Indonesia dan kanal resmi Badan Geologi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....