Gunung Lewotobi Laki-laki Naik Status Siaga, Aktivitas Magma Terus Menguat

  • 12 Mei 2026 15:11 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Flores Timur – Aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, meningkat signifikan dalam dua pekan terakhir. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) resmi menaikkan status gunung api tersebut dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga), Selasa 12 Mei 2026 pukul 13.00 WITA.

Kenaikan status dilakukan setelah hasil pemantauan visual dan instrumental menunjukkan adanya peningkatan tekanan magmatik di dalam tubuh gunung api. Aktivitas kegempaan dalam atau Vulkanik Dalam (VA) tercatat melonjak tajam pada 1–4 Mei 2026 dengan 21 hingga 32 kejadian per hari.

PVMBG menjelaskan, tingginya gempa Vulkanik Dalam menjadi indikasi kuat adanya suplai magma atau fluida magmatik dari kedalaman menuju sistem gunung api. Meski jumlah gempa kemudian menurun menjadi 8–12 kejadian per hari menjelang 10 Mei, aktivitas itu masih berada di atas kondisi normal sebelumnya.

Selain gempa Vulkanik Dalam, aktivitas Tremor Non-Harmonik juga terpantau tinggi dan persisten. Pada 9 Mei 2026, jumlah tremor mencapai 27 kejadian dalam sehari yang menunjukkan pergerakan fluida di bagian dangkal gunung masih berlangsung secara kontinu.

Di permukaan, aktivitas vulkanik mulai terlihat melalui kemunculan guguran dan hembusan pada beberapa hari pengamatan, terutama 2–3 Mei serta 6 Mei 2026. Sementara asap solfatara tidak tampak di pusat kawah dan hanya terlihat di bagian barat laut kawasan gunung.

PVMBG juga mencatat adanya perubahan deformasi tubuh gunung berdasarkan data tiltmeter Wolorona (WLR2). Pola inflasi atau penggelembungan tubuh gunung menunjukkan akumulasi tekanan di dalam sistem magmatik Lewotobi Laki-laki masih terus berlangsung.

Jika dibandingkan dengan pola aktivitas tahun 2024, kondisi saat ini disebut memiliki kemiripan dengan fase awal sebelum erupsi terjadi. Namun, parameter gempa dangkal dan Low Frequency (LF) belum berkembang kuat seperti fase eksplosif besar yang terjadi pada 2025 lalu.

Dengan kondisi tersebut, PVMBG menilai aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki berada pada fase peningkatan tekanan magma yang berpotensi berkembang menjadi erupsi kecil hingga menengah. Potensi itu dapat terjadi apabila tekanan dari dalam terus terakumulasi dan bergerak menuju bagian dangkal sistem gunung api.

Masyarakat dan wisatawan diimbau tidak melakukan aktivitas dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi. Warga juga diminta tetap tenang, mengikuti arahan pemerintah daerah, serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas sumbernya.

Selain ancaman erupsi, warga di sekitar daerah aliran sungai berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki diminta mewaspadai potensi banjir lahar saat hujan lebat. Wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan antara lain Nawakote, Boru, Padang Pasir, Klatanlo Dulipali, Nobo, Hokeng Jaya, hingga Nurabelen.

PVMBG turut mengingatkan abu vulkanik berpotensi mengganggu operasional penerbangan apabila sebarannya mengarah ke area bandara dan jalur pesawat. Pemerintah daerah diminta terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera dan PVMBG untuk memantau perkembangan terbaru aktivitas gunung api.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....