Enam Dekade Layani Kemanusiaan, Yayasan St. Damian Diapresiasi Pemkab Manggarai

  • 11 Mei 2026 07:56 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai – Selama enam dekade, Yayasan St. Damian Cancar telah mendedikasikan diri melayani masyarakat, khususnya dalam karya kemanusiaan bagi penyandang disabilitas dan rehabilitasi sosial. Dedikasi panjang ini mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Manggarai dalam acara Syukuran 60 Tahun yayasan tersebut yang berlangsung di Kecamatan Ruteng, Minggu, 10 Mei 2026.

Bupati Manggarai, Herybertus G.L. Nabit, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas eksistensi yayasan yang terus menjadi mitra pemerintah dalam urusan sosial. “Saya datang dengan rasa syukur bahwa pemerintah diingatkan tentang tanggung jawab terhadap kemanusiaan melalui karya para suster dan karyawan di tempat ini,” ungkap Bupati Hery.

Perayaan yang mengusung tema “Revitalisasi Karya Pelayanan: Berjalan Bersama dalam Cinta dan Harapan” ini turut dihadiri oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Manggarai Ny. Meldyanti Hagur Nabit, jajaran pimpinan OPD, Vikjen Keuskupan Ruteng RP Sebastian Hobahansa, SVD, serta Sr. Provinsial SSpS Flores Barat Sr. Paulina Ngula, SSpS. Hadir pula tim dokter dari Australia dan para donatur yang selama ini konsisten mendukung operasional yayasan.

Secara khusus, Bupati Hery Nabit juga menyampaikan terima kasih kepada para donatur dan tim dokter dari Australia yang selama bertahun-tahun terus mendukung pelayanan kesehatan di Yayasan St. Damian. “Terima kasih kepada seluruh donatur dan tim dokter dari Australia yang tetap hadir dan bekerja sama selama bertahun-tahun. Semua ini bukan sesuatu yang mudah, tetapi bisa berjalan karena ketulusan dan kepedulian bersama,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Heri Nabit juga menyoroti berbagai tantangan sosial yang masih dihadapi masyarakat Manggarai, mulai dari penanganan disabilitas hingga persoalan kesehatan jiwa yang menurutnya membutuhkan perhatian dan kolaborasi semua pihak.

“Kita berjalan dengan keterbatasan. Pemerintah terbatas, gereja terbatas, lembaga-lembaga sosial juga terbatas. Tetapi melalui kerja sama dan kepedulian bersama, kita tetap berusaha menangani persoalan-persoalan kemanusiaan,” ungkapnya.

Di sambutannya, Bupati Heri Nabit menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Manggarai sedang mempersiapkan penetapan nama jalan sebagai bentuk penghargaan kepada tokoh-tokoh yang telah berjasa bagi Manggarai, termasuk nama Suster Virgula sebagai pelopor karya pelayanan Santo Damian.

“Salah satu jalan yang akan diberi nama secara resmi mulai tahun 2027 adalah nama Suster Virgula. Ini mungkin sederhana, tetapi menjadi cara pemerintah untuk tetap mengenang jasa dan karya beliau bagi kemanusiaan di Manggarai,” ucap Bupati Heri.

Sementara itu, Vikjen Keuskupan Ruteng RP Sebastian Hobahansa, SVD dalam sambutannya menyampaikan bahwa karya pelayanan Santo Damian Cancar lahir dari panggilan kasih dan keberanian untuk melayani sesama, khususnya mereka yang menderita dan tersisihkan.

“Karya yang terjadi di tempat ini adalah buah dari suatu panggilan kemanusiaan dan iman. Yayasan Santo Damian telah menjadi tempat yang memanusiakan manusia dalam semangat kasih Kristiani,” ungkapnya.

Senada dengan itu, Sr. Provinsial SSpS Flores Barat Sr. Paulina Ngula, SSpS mengatakan bahwa perjalanan 60 tahun Yayasan Santo Damian merupakan sejarah kasih Allah yang nyata melalui pelayanan penuh belas kasih kepada sesama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....