Olahraga Jadi Ruang Belajar Alternatif Disabilitas di NTT

  • 10 Mei 2026 11:52 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • Olahraga menjadi alternatif pendidikan bagi penyandang disabilitas di luar sekolah formal.
  • Latihan membentuk mental, karakter, dan kepercayaan diri atlet disabilitas.
  • Pembinaan berbasis kondisi individu membuat proses belajar lebih efektif.

RRI.CO.ID, Ende – Keterbatasan akses pendidikan formal mendorong penyandang disabilitas di Nusa Tenggara Timur mencari ruang belajar alternatif. Salah satu yang berkembang adalah melalui pembinaan olahraga.

Hal itu disampaikan Ketua NPC NTT, Victor Haning dalam program Ruang Disabilitas dan Inklusi special Hari Kemerdekaan Nasional (Hardiknas), Sabtu 2 Mei 2026. Ia menilai di lingkungan NPC NTT, olahraga tidak hanya dimaknai sebagai aktivitas fisik semata.

“Di olahraga, mereka belajar membangun mental dan mengukur kemampuan diri sendiri,” ujar Victor.

Ia menjelaskan, atlet dilatih untuk menghadapi tantangan secara langsung melalui kompetisi dan interaksi sosial. Pengalaman ini membantu mereka keluar dari rasa minder yang kerap muncul.

Peran pelatih dalam sistem ini juga berbeda dari pendekatan umum. Mereka tidak hanya melatih teknik, tetapi juga mendidik dengan menyesuaikan kondisi masing-masing atlet.

Pendekatan tersebut dinilai lebih adaptif karena mempertimbangkan aspek psikologis dan keterbatasan fisik. Hal ini menjadikan olahraga sebagai ruang belajar yang lebih kontekstual.

Melalui proses ini, penyandang disabilitas tidak hanya berkembang secara pribadi. Mereka juga memiliki peluang untuk meraih prestasi di berbagai level kompetisi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....