Wabup Lembata: Stunting Ancam Kualitas SDM Masa Depan

  • 08 Mei 2026 19:49 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Lembata – Wakil Bupati Lembata, H. Muhamad Nasir menegaskan stunting bukan sekadar persoalan tinggi badan anak, tetapi ancaman serius terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan. Pernyataan itu disampaikan saat membuka Edukasi Gizi dan Pelatihan Kader Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) di Aula Anton Enga Tifaona, Kamis 7 Mei 2026.

Menurut Nasir, penanganan stunting menjadi bagian penting dalam mewujudkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. Karena itu, upaya penurunan angka stunting harus dilakukan secara kolaboratif oleh pemerintah, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat.

Ia menjelaskan anak yang mengalami stunting berisiko memiliki kemampuan kognitif lebih rendah, daya tahan tubuh lemah, dan produktivitas yang menurun saat dewasa. Kondisi tersebut dinilai dapat mempengaruhi daya saing daerah di masa mendatang.

“Berbicara tentang Indonesia Emas 2045, penanganan stunting adalah bagian dari fondasi menuju masa depan tersebut, termasuk masa depan Kabupaten Lembata,” ujar Wabup Nasir.

Wabup Nasir juga menekankan pentingnya edukasi berkelanjutan mengenai pola asuh, sanitasi, dan pemenuhan gizi keluarga. Menurutnya, keberhasilan penanganan stunting sangat bergantung pada kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan ibu dan anak sejak dini.

Kegiatan pelatihan DASHAT tersebut diikuti 155 peserta yang terdiri dari kader DASHAT, PKB/PLKB, serta tenaga ahli gizi dari puskesmas dan desa se-Kabupaten Lembata. Pemerintah berharap kegiatan itu mampu memperkuat upaya percepatan penurunan stunting di daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....