Musrenbang RKPD NTT Perkuat Sinergi Pembangunan Berkelanjutan Lintas Sektor
- 08 Mei 2026 08:56 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende - Gubernur NTT, Melki Laka Lena, resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi NTT Tahun 2027 di Hotel Aston Kupang, Kamis, 7 Mei 2026. Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan bahwa Musrenbang bukan sekadar agenda tahunan, tetapi forum strategis untuk menyatukan visi dan arah pembangunan daerah agar lebih terukur, terintegrasi, dan berdampak nyata bagi masyarakat.
“Melalui forum ini, kita ingin memastikan seluruh proses perencanaan pembangunan berjalan selaras, terukur, dan benar-benar berorientasi pada hasil nyata bagi masyarakat NTT,” ujar Melki.
RKPD Provinsi NTT Tahun 2027 mengusung tema “Peningkatan Layanan Dasar, Sumber Daya Manusia, dan Produktivitas Perekonomian.” Menurut Emanuel Melkiades Laka Lena, tema tersebut mencerminkan komitmen pemerintah dalam memperluas akses layanan dasar berkualitas sekaligus memperkuat daya saing sumber daya manusia dan ekonomi daerah. Dokumen RKPD ini juga menjadi penjabaran tahun ketiga dari RPJMD Provinsi NTT 2025–2029.
Dalam paparannya, Gubernur menjelaskan lima prioritas utama pembangunan NTT Tahun 2027. Prioritas tersebut meliputi peningkatan kualitas layanan dasar dan penguatan SDM, transformasi ekonomi berbasis potensi unggulan daerah, pemerataan infrastruktur dan konektivitas antarwilayah, penguatan ketahanan lingkungan hidup, serta peningkatan tata kelola pemerintahan dan kapasitas fiskal daerah.
Pemerintah juga menargetkan percepatan penurunan stunting, penguatan pendidikan vokasi, serta pengembangan sektor pertanian, peternakan, perikanan, pariwisata, dan UMKM berbasis hilirisasi produk lokal. Selain itu, Pemerintah Provinsi NTT terus mendorong program OVOP (One Village One Product), OCOP (One Community One Product), dan OSOP (One School One Product) guna meningkatkan nilai tambah produk unggulan daerah.
Pemerintah juga memperkuat pemasaran melalui NTT Mart dan marketplace digital agar produk lokal mampu bersaing lebih luas. Di bidang infrastruktur, pembangunan akan difokuskan pada penguatan transportasi, logistik, penyediaan air bersih, sanitasi, listrik, hingga pengembangan kawasan strategis dan wilayah perbatasan.
Emanuel Melkiades Laka Lena optimistis implementasi berbagai prioritas pembangunan tersebut akan mendorong pertumbuhan ekonomi NTT menjadi lebih kuat, inklusif, dan berkualitas. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi daerah meningkat di atas capaian tahun 2025 sebesar 5,14 persen, disertai penurunan angka pengangguran dan kemiskinan.
Gubernur juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan NTT yang maju, sehat, cerdas, sejahtera, dan berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....