Keluhan Air Keruh, Perumda Ende Akui Gangguan Layanan dan Siap Memperbaiki
- 08 Mei 2026 07:56 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Keluhan terhadap pelayanan air minum Perumda Air Minum Tirta Kelimutu Ende kembali mencuat. Sejumlah pelanggan, khususnya pelaku usaha rumah makan di Kota Ende, mengeluhkan distribusi air yang tidak menentu serta kondisi air yang terkadang keruh.
Keluhan itu disampaikan langsung para pengusaha rumah makan kepada Wakil Bupati Ende, Dr. Domi Mere, saat peluncuran Mesin Perekam Transaksi E-MPOS di Rumah Makan Tegal Raya Ende, Kamis 7 Mei 2026. Dalam dialog singkat tersebut, para pelaku usaha meminta adanya pembenahan serius terhadap layanan air bersih.
Menanggapi aspirasi itu, Wakil Bupati Ende langsung meminta Direktur Perumda Air Minum Tirta Kelimutu Ende, Heri Gani, untuk segera mengambil langkah perbaikan. Wabup menegaskan pelayanan dasar seperti air bersih harus menjadi perhatian utama karena menyangkut kebutuhan masyarakat dan aktivitas usaha.
“Memang masih terjadi seperti ini dan Perumda segera membenahinya,” ujar Domi Mere di hadapan para pelaku usaha dan tamu undangan. Pernyataan itu disampaikan setelah mendengar langsung keluhan pelanggan terkait pelayanan air minum.
Direktur Perumda, Heri Gani, mengakui persoalan distribusi air dan kualitas air keruh masih terjadi di sejumlah wilayah pelayanan. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pelanggan yang aktif menyampaikan informasi maupun kritik terhadap pelayanan perusahaan daerah tersebut.
“Terima kasih kepada para pelanggan yang setia memberikan informasi termasuk keluhan terhadap pelayanan dari Perumda. Seperti yang dikeluhkan air masih keruh dan pelayanan tidak kontinyu itu benar,” kata Heri Gani.
Menurut Heri, Perumda saat ini terus melakukan pembenahan, mulai dari peningkatan kualitas air, perbaikan jaringan distribusi hingga penambahan kapasitas pelayanan pelanggan. Namun proses tersebut, kata dia, tidak dapat dilakukan secara instan karena membutuhkan waktu, tahapan pekerjaan, serta dukungan pembiayaan yang besar.
Ia menjelaskan kondisi air yang keruh umumnya terjadi saat musim hujan akibat banjir di sumber air permukaan Kali Wolowona dan beberapa mata air lainnya. Material lumpur yang terbawa arus memengaruhi kualitas air sebelum masuk ke jaringan distribusi pelanggan.
Selain itu, Heri Gani menyoroti tingginya piutang pelanggan yang hingga kini masih mencapai lebih dari Rp14 miliar. Menurutnya, perbaikan pelayanan harus berjalan seimbang dengan kesadaran pelanggan dalam memenuhi kewajiban pembayaran rekening air.
“Ketika kita tuntut hak pelayanan yang baik maka kita harus penuhi kewajiban. Kita harus take and give karena per hari ini piutang pelanggan cukup tinggi,” ujarnya.
Mengakhiri keterangannya, Heri Gani mengajak para pelaku usaha rumah makan, warung, maupun restoran di Kota Ende untuk menjadi pelanggan aktif Perumda Air Minum Tirta Kelimutu Ende. Ia berharap partisipasi pelanggan dapat mendukung peningkatan pelayanan air bersih di daerah itu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....