Pemkab Manggarai Barat Koordinasi Atasi Kelangkaan LPG di Labuan Bajo

  • 07 Mei 2026 08:29 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat – Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) mengambil langkah cepat menyikapi kelangkaan gas LPG yang terjadi di Labuan Bajo dalam beberapa waktu terakhir. Salah satu langkah yang dilakukan yakni berkoordinasi dengan distributor dan pihak Pertamina terkait pasokan gas LPG ke wilayah tersebut.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Manggarai Barat, Gabriel Bagung, mengatakan berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak terkait, kapal pengangkut LPG menuju Labuan Bajo sedang dalam perjalanan dan dijadwalkan tiba pada Rabu 6 Mei 2026.

“Kap al Express Mas yang mengangkut gas LPG sedang dalam perjalanan. Estimasi tiba di Labuan Bajo besok, Rabu, 06 Mei 2026,” ujar Gabriel Bagung dalam grup WhatsApp Koordinasi Pimpinan Manggarai Barat, Selasa 5 Mei 2026.

Adapun penjelasan itu disampaikan sebagai tindak lanjut atas arahan Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, terkait penanganan kelangkaan LPG di Labuan Bajo.

Gabriel juga menyampaikan, pihaknya telah bersurat dan melakukan komunikasi langsung dengan PT Panji Anugerah Sejahtera (PAS) selaku distributor LPG di wilayah Manggarai Barat. Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan pihak Pertamina guna memastikan distribusi pasokan berjalan lancar.

Dari hasil koordinasi tersebut, diperoleh informasi mengenai jumlah tabung LPG yang akan segera tiba di Labuan Bajo, yakni tabung ukuran 5,5 kilogram sebanyak 150 unit, tabung 12 kilogram sebanyak 126 unit, dan tabung 50 kilogram sebanyak 120 unit.

Disperindag Manggarai Barat sebenarnya telah mengambil langkah penanganan sejak pertengahan April 2026, saat kelangkaan LPG mulai terjadi. Melalui surat bernomor DISDAGRIN/500.2/39/IV/2026 tertanggal 14 April 2026 yang ditujukan kepada pimpinan PT PAS, Disperindag menegaskan pentingnya menjaga stabilitas distribusi LPG di Labuan Bajo.

Dalam surat tersebut, Gabriel menekankan bahwa LPG merupakan kebutuhan strategis yang berdampak langsung terhadap stabilitas ekonomi masyarakat, sektor pariwisata, hingga keberlangsungan usaha di daerah tersebut.

“Kami mengharapkan perhatian dan komitmen Saudara untuk memastikan distribusi LPG tetap berjalan secara proporsional, berkeadilan, dan tidak terfokus pada sektor tertentu saja, dengan tetap memperhatikan kebutuhan masyarakat umum dan pelaku UMKM,” kata Gabriel.

Lebih lanjut, ia meminta agar distribusi LPG dilakukan secara lebih seimbang antarsegmen pengguna, termasuk masyarakat umum dan pelaku usaha kecil. Selain itu, distributor diminta menyampaikan laporan posisi stok dan realisasi distribusi secara berkala kepada Pemkab Manggarai Barat melalui Disperindag.

Gabriel menambahkan, koordinasi dengan Pertamina dan instansi terkait akan terus ditingkatkan guna mengupayakan tambahan pasokan LPG demi menjaga stabilitas dan kondusivitas daerah.

“Kami percaya bahwa dengan kerja sama yang baik, kondisi ini dapat dikelola secara bijak tanpa menimbulkan gejolak di masyarakat maupun gangguan pada aktivitas ekonomi daerah,” ungkapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....