Farm Field Day Kakao Dorong Produktivitas Petani Sikka

  • 07 Mei 2026 07:44 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Sikka - Program Farm Field Day Kakao digelar di Desa Nita, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, Selasa 5 Mei 2026. Kegiatan ini memperkenalkan teknik budidaya dan klon unggul kepada ratusan petani sebagai respons atas penurunan produksi kakao.

Program tersebut dijalankan PT Indo Agro Nusantara Raya bersama mitra industri kakao. Sasaran utamanya adalah petani bersertifikasi yang telah mendapatkan pendampingan berbasis komunitas sejak 2018.

Koordinator Wilayah Flores Inara, Siprianus Karel Siga, menyebut pendekatan pembelajaran lapangan menjadi metode utama dalam kegiatan ini. Model ini dinilai efektif untuk memperkuat kapasitas petani dalam menjaga produktivitas dan kualitas kakao.

“Program ini merupakan bagian dari upaya pengembangan masyarakat sekaligus pendampingan budidaya kakao agar produksi dapat meningkat secara berkelanjutan,” ujar Siprianus. Ia menekankan keberlanjutan sebagai kunci dalam menghadapi tantangan sektor kakao.

Pelaksanaan di Nita menjadi bagian dari agenda rutin yang mempertemukan petani dengan praktisi dan pelaku industri. Forum ini juga membuka ruang berbagi praktik terbaik, termasuk teknik peremajaan tanaman kakao.

Sekitar 700 petani dari Manggarai Timur, Ende, Sikka, dan Flores Timur terlibat dalam kegiatan tersebut. Persiapan dilakukan sejak tiga bulan sebelumnya dengan dukungan puluhan staf lapangan dan koordinasi lintas tim.

Materi utama yang diperkenalkan meliputi penggunaan klon unggul seperti MCC 02, BB1, ICCRI 09, S1, dan S2. Klon-klon ini dinilai mampu meningkatkan produktivitas serta kualitas biji kakao, terutama pada lahan dengan tanaman tua.

“Inovasi ini penting karena jika pengembangan kakao tidak menggunakan klon sesuai standar industri, maka harga jual akan menurun,” katanya. Selain aspek teknis, kegiatan ini juga mengangkat isu sosial melalui pendekatan FOCAS.

Pendekatan tersebut menyoroti perlindungan anak dan perempuan di lingkungan keluarga petani. Temuan di lapangan menunjukkan masih adanya keterlibatan anak dalam aktivitas kebun, terutama saat panen menggunakan alat tajam.

Pendampingan dilakukan untuk mencegah praktik berisiko dan memastikan anak tetap mendapatkan akses pendidikan. Program ini juga melibatkan sekolah, pemerintah daerah, dan lembaga keagamaan untuk memperluas jangkauan edukasi.

Keterlibatan dinas pertanian, pemerintah desa, dan kecamatan menjadi faktor penting dalam implementasi program. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat upaya peningkatan produksi kakao berkelanjutan di Kabupaten Sikka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....