Pencarian Hari Kedua Siswa SD Asal Golo Loni yang Tenggelam di Rana Mese Masih Nihil

  • 05 Mei 2026 16:16 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, MANGGARAI TIMUR – Tim SAR Gabungan masih terus melakukan pencarian intensif terhadap Germanus Alberto Ngitung (12), atau yang akrab disapa Greis, yang dilaporkan tenggelam di Danau Ranamese, Kabupaten Manggarai Timur pada Senin, 4 Mei 2026. Memasuki hari kedua pencarian pada Selasa, 5 Mei, keberadaan bocah kelas V SD asal Maras, Desa Golo Loni tersebut masih belum ditemukan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Fathur Rahman, mengonfirmasi bahwa hingga siang ini tim di lapangan masih bekerja keras menyisir area danau."Selanjutnya di hari kedua sampai saat ini, tim dari pukul 07.00 melaksanakan pencarian sampai dengan dilaporkan hasil masih nihil," ujar Fathur.

Fathur menjelaskan bahwa pada hari pertama, upaya pencarian telah dilakukan oleh warga dan petugas setempat sebelum bantuan dari Basarnas tiba, namun hasilnya masih nihil. "Sebelum tim SAR tiba, warga setempat bersama petugas sempat melakukan pencarian mandiri, namun tidak membuahkan hasil," ucapnya.

Pihaknya pertama kali menerima laporan mengenai insiden tenggelamnya bocah tersebut pada Senin sore, 4 Mei 2026, sekitar pukul 17.00 WITA. "Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere terima laporan pada tanggal 4 Mei 2026 pukul 17.00. Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere memberangkatkan satu tim menuju ke lokasi yang diberangkatkan dari Pos SAR Labuan Bajo," ungkapnya.

Peristiwa nahas ini bermula pada Senin.siang sekitar pukul 13.00 WITA. Berdasarkan kronologi yang dihimpun, korban bersama sejumlah rekannya masuk ke area kawasan wisata Danau Ranamese tanpa sepengetahuan petugas. Di lokasi tersebut, mereka bermain menggunakan rakit bambu.

Nahas, saat tengah asyik bermain, korban tiba-tiba melompat dari atas rakit ke dalam danau. Rekan-rekan korban yang melihat kejadian tersebut panik karena korban tak kunjung muncul kembali ke permukaan. Mereka kemudian segera melapor kepada petugas BKSDA Ranamese.

Fathur mengakui, pihak Basarnas sendiri baru menerima laporan resmi pada Senin sore sekitar pukul 17.00 WITA. "Segera setelah menerima laporan, kami memberangkatkan satu tim rescue dari Pos SAR Labuan Bajo menuju lokasi kejadian untuk melakukan operasi penyelamatan," kata Fathur.

Pada operasi hari kedua ini, area penyisiran mulai diperluas. Tim SAR Gabungan menerapkan metode penyisiran permukaan menggunakan rubber boat serta melakukan penyelaman di sekitar titik koordinat korban dilaporkan hilang. Namun, kondisi visibilitas air yang terbatas serta kedalaman danau menjadi tantangan utama bagi para penyelam di lapangan.

Operasi SAR ini melibatkan personel gabungan dari berbagai unsur, di antaranya Basarnas Maumere, Pos SAR Labuan Bajo, TNI Angkatan Laut, Kepolisian Polairud, BKSDA, serta dibantu oleh masyarakat setempat.

Fathur menegaskan operasi akan terus dilakukan dengan memantau perkembangan cuaca dan situasi di lapangan. Area pencarian akan terus disesuaikan secara dinamis jika ditemukan petunjuk baru guna mempercepat proses evakuasi korban.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....