Hardiknas, PGRI Flores Timur Soroti Tunjangan Guru dan Infrastruktur Pendidikan

  • 05 Mei 2026 15:13 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Flores Timur — Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Flores Timur menyampaikan sejumlah harapan kepada pemerintah terkait peningkatan kesejahteraan guru dan perbaikan tata kelola pendidikan. Pada peringatan Hari pendikan Nasional (Hardiknas ) tahun 2026 Ketua PGRI Flores Timur, Maksimus Masan Kian, menekankan pentingnya penyederhanaan proses pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) agar dapat dilakukan secara rutin dan tepat waktu.

Menurutnya, kepastian pembayaran tunjangan sangat dibutuhkan agar guru dapat merencanakan kebutuhan keluarga serta lebih fokus menjalankan tugas sebagai pendidik. Selain TPG, PGRI juga berharap hak-hak guru lainnya, seperti tambahan penghasilan, tunjangan hari raya (THR), dan gaji ke-13, dapat dibayarkan tepat waktu.

Di bidang tata kelola pendidikan, PGRI mendorong pemerintah untuk mempercepat penataan kepemimpinan sekolah, khususnya terkait jabatan kepala sekolah yang masih banyak diisi oleh pelaksana tugas (Plt) dalam waktu yang cukup lama. Kepemimpinan definitif dinilai penting untuk menjaga stabilitas manajemen sekolah serta meningkatkan kualitas layanan pendidikan.

PGRI Flores Timur juga meminta pemerintah memberikan perhatian serius terhadap perlindungan profesi guru melalui regulasi yang lebih kuat, termasuk dorongan pembentukan undang-undang perlindungan guru. Selain itu, tenaga kependidikan seperti staf tata usaha dan operator sekolah diharapkan mendapatkan kesempatan yang adil untuk mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Di sisi lain, pemerataan infrastruktur pendidikan, khususnya jaringan internet di wilayah kepulauan, masih menjadi tantangan. Keterbatasan akses internet dinilai menghambat pelaksanaan evaluasi pendidikan berbasis digital serta proses pembelajaran secara umum.

“Oleh karena itu, pembangunan infrastruktur pendidikan perlu terus diperkuat agar kebijakan digitalisasi dapat berjalan optimal,” ujar Maksimus, Sabtu 2 Mei 2026.

Ia menegaskan bahwa di tengah berbagai keterbatasan, guru di daerah tetap memiliki semangat tinggi untuk mengabdi. Namun demikian, ia berharap kebijakan pemerintah yang telah berjalan dapat dirasakan secara merata, khususnya oleh guru di wilayah kepulauan seperti Flores Timur.

“Kami mengapresiasi langkah-langkah pemerintah, tetapi kami juga berharap kebijakan tersebut benar-benar dirasakan secara adil oleh guru di daerah,” katanya.

Lebih lanjut, Maksimus berharap pemerintah terus membuka ruang dialog dengan para guru di daerah untuk mendengarkan kondisi nyata di lapangan sekaligus mencari solusi bersama.

“Kami tidak datang untuk mengeluh, tetapi menyampaikan kenyataan di lapangan. Ketika guru diperhatikan, dilindungi, dan disejahterakan, maka pendidikan akan maju dan masa depan anak-anak Indonesia akan lebih baik,” ucapnya tegas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....