Rakor Pendidikan NTT Fokus Sinkronisasi Kebijakan dan Peningkatan Kualitas
- 05 Mei 2026 14:52 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende - Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena bersama Wakil Gubernur Johni Asadoma menghadiri pembukaan Rapat Koordinasi Implementasi Program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta sinkronisasi kebijakan pendidikan daerah di Hotel Aston Kupang, Senin, 4 Mei 2026. Kegiatan yang digelar oleh Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi NTT ini menjadi forum strategis untuk menyelaraskan arah pembangunan pendidikan di NTT.
Rakor tersebut dibuka langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, didampingi jajaran pejabat kementerian, termasuk Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan serta Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah. Hadir pula para kepala daerah se-NTT yang menunjukkan komitmen bersama dalam memperkuat sektor pendidikan.
Dalam arahannya, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa seluruh kebijakan pendidikan berpijak pada amanat konstitusi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Ia menjelaskan transformasi pendidikan nasional bertumpu pada tiga pilar utama, yakni penguatan infrastruktur fisik, pedagogik, dan budaya, dengan target revitalisasi ribuan satuan pendidikan pada tahun 2026, termasuk di wilayah NTT yang menjadi prioritas.
Pada aspek infrastruktur fisik, pemerintah menargetkan revitalisasi 11.744 satuan pendidikan di seluruh Indonesia pada tahun 2026, dengan total anggaran sekitar Rp14 triliun. NTT menjadi salah satu daerah prioritas karena banyak satuan pendidikan berada di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), kawasan terdampak bencana, serta sekolah dengan kondisi bangunan rusak berat.
Dalam aspek pedagogik, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa kualitas guru tetap menjadi kunci utama keberhasilan pendidikan. “Secanggih apa pun teknologi dan selengkap apa pun fasilitas, penentu utama keberhasilan pendidikan tetaplah guru. Guru adalah agen ilmu sekaligus agen peradaban,” ujarnya.
Pemerintah juga terus mendorong peningkatan kompetensi guru melalui program pemenuhan kualifikasi akademik minimal Strata 1 (S1), pelatihan berkelanjutan, serta penguatan peran guru dalam pembentukan karakter peserta didik. Selain itu, Pemerintah terus mendorong peningkatan kompetensi guru melalui pemenuhan kualifikasi akademik, pelatihan berkelanjutan, serta penguatan peran guru dalam membentuk karakter peserta didik sebagai bagian dari pembangunan peradaban.
Sementara itu, Gubernur Melki Laka Lena menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia menjadi prioritas utama di NTT. Ia menekankan pentingnya pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan kewirausahaan.
Selain penataan distribusi guru, Pemprov NTT juga meluncurkan kebijakan Gerakan Jam Belajar Masyarakat untuk mendorong peran keluarga dalam menciptakan budaya belajar di rumah, demi meningkatkan kualitas generasi masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....