Songkol, Tapa Kolo Kembali Dikenalkan lewat Festival Pangan Lokal di Labuan Bajo

  • 05 Mei 2026 11:25 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Pangan tradisional khas Flores seperti songkol dan tapa kolo kembali diperkenalkan kepada masyarakat melalui Festival Pangan Lokal FEAST! yang digelar di Taman Goa Batu Cermin, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin 4 Mei 2026.

Festival yang diselenggarakan oleh FEAST! (Flores Empowerment for Agricultural Sustainability and Transformation) ini menjadi wadah untuk mengangkat kembali kekayaan pangan lokal yang mulai jarang hadir dalam konsumsi sehari-hari masyarakat, terutama di tengah berkembangnya pola konsumsi modern.

Salah satu sorotan utama festival adalah sesi demo masak “Icip Pangan Lokal” yang dipandu oleh Kelompok Prima Tani dari Desa Golo Bilas. Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diajak mengenal kembali proses pengolahan songkol dan tapa kolo, dua makanan tradisional yang telah lama menjadi bagian dari identitas kuliner Flores.

Songkol dan tapa kolo dikenal sebagai pangan lokal berbahan dasar hasil pertanian masyarakat setempat. Namun, seiring perubahan gaya hidup dan semakin luasnya konsumsi pangan modern, keberadaan makanan tradisional ini mulai tersisih.

Project Manager FEAST!, Ririn Leba, mengatakan bahwa pengenalan kembali pangan lokal tidak hanya penting dari sisi budaya, tetapi juga mendukung ketahanan pangan berkelanjutan.

“FEAST! fokus pada pertanian berkelanjutan dan kesehatan, khususnya peningkatan gizi keluarga petani di Flores. Pangan lokal memiliki nilai besar untuk kedua aspek tersebut,” ujarnya dalam keterangan, Selasa 5 Mei 2026.

Melalui festival ini, FEAST! berupaya mendekatkan masyarakat umum, wisatawan, pemerintah daerah, hingga pelaku UMKM dengan keragaman pangan lokal Flores.

Selain demo kuliner tradisional, festival juga menghadirkan Pasar Tani yang melibatkan kelompok tani dampingan FEAST! dari lima desa di Manggarai Barat serta UMKM lokal. Mereka memamerkan berbagai hasil pertanian dan produk olahan lokal secara langsung kepada pengunjung.

Turut hadir Wakil Bupati Manggarai Barat, Yulianus Weng, yang menilai pangan lokal memiliki peluang besar untuk mendukung sektor pariwisata daerah.

“Tantangannya adalah bagaimana produk pangan lokal bisa mendapat tempat lebih besar, terutama di tengah tingginya kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo,” katanya.

Menurutnya, penguatan pangan lokal tidak hanya menjaga budaya, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Pegiat komunitas tani lokal Lab Tani Bajo, Sony, juga melihat festival ini sebagai langkah strategis dalam mempertemukan petani dengan pelaku usaha.

“Festival ini mempertemukan bahan pangan lokal dengan pelaku UMKM yang bisa mengolahnya menjadi produk bernilai tambah,” ujarnya.

Festival Pangan Lokal FEAST! menjadi bagian dari program jangka panjang FEAST! yang berjalan di delapan kabupaten di Flores sejak Januari 2025 hingga Februari 2028 dengan target pendampingan bagi 1.000 petani.

Melalui kolaborasi Humanis, ASPPUK, KRKP, dan dukungan DBS Foundation, FEAST! berkomitmen mendorong pertanian berkelanjutan, ketahanan pangan, serta pemberdayaan perempuan petani di Flores.

Adapun dengan mengenalkan kembali pangan tradisional seperti songkol dan tapa kolo, festival ini diharapkan mampu menjaga warisan kuliner lokal sekaligus memperkuat hubungan antara budaya, pertanian, dan kesejahteraan masyarakat di Manggarai Barat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....