Disdikpora Mabar Tekankan Pentingnya Bahasa Inggris untuk Masa Depan Pariwisata
- 03 Mei 2026 15:05 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) menekankan pentingnya penguasaan bahasa Inggris bagi generasi muda di tengah posisi Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata super prioritas nasional dan kelas dunia.
Penegasan tersebut disampaikan Kepala Disdikpora Manggarai Barat, Yohanes Hani, saat memberikan sambutnya dalam kegiatan MSS Spelling Bee Competition 2026 yang diselenggarakan MSS English Centre di Labuan Bajo, Minggu 3 Mei 2026.
Menurut Yohanes, kemampuan berbahasa Inggris menjadi kebutuhan strategis bagi pelajar di Manggarai Barat karena Labuan Bajo setiap hari menerima kunjungan wisatawan mancanegara dari berbagai negara.
“Belajar bahasa Inggris adalah gerbang menuju dunia yang lebih luas. Bagi anak-anak di Labuan Bajo, bahasa Inggris bukan hanya pelajaran sekolah, tetapi keterampilan penting untuk masa depan,” ujarnya.
Dirinya juga menjelaskan, sebagai salah satu kawasan destinasi super prioritas, Labuan Bajo membutuhkan sumber daya manusia lokal yang siap bersaing secara global, terutama dalam sektor pariwisata, pelayanan, dan komunikasi internasional.
“Setiap hari orang-orang dari seluruh dunia datang ke Labuan Bajo. Dengan menguasai bahasa Inggris, generasi muda kita bisa berkomunikasi dengan wisatawan internasional, memperkenalkan budaya lokal, serta membuka lebih banyak peluang pendidikan dan pekerjaan,” kata Yohanes.
Disdikpora, lanjutnya, memandang penguatan pendidikan bahasa Inggris sejak dini sebagai bagian penting dalam mempersiapkan generasi muda Manggarai Barat agar mampu mengambil peran besar dalam perkembangan daerah.
Ia juga mengapresiasi MSS English Centre yang dinilai konsisten menghadirkan ruang kompetitif dan edukatif bagi pelajar untuk meningkatkan keterampilan bahasa Inggris.
“Kompetisi ini bukan sekadar perlombaan, tetapi wadah untuk membangun kepercayaan diri, kemampuan akademik, dan kesiapan menghadapi era global,” katanya.
Lebih lanjut, Yohanes turut memotivasi seluruh peserta agar menjadikan kompetisi tersebut sebagai pengalaman berharga dalam proses belajar.
“Jangan takut salah. Setiap tantangan akan membuat kita lebih kuat dan lebih siap menghadapi masa depan,” ucapnya.
Melalui kegiatan seperti Spelling Bee 2026, Disdikpora Manggarai Barat berharap lahir generasi muda yang unggul, percaya diri, dan memiliki kompetensi bahasa Inggris yang kuat sebagai modal utama di kawasan pariwisata internasional.
“Labuan Bajo membutuhkan generasi yang mampu berbicara kepada dunia,” ungkap Yohanes.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....