BMKG Imbau Masyarakat Waspada Angin Kencang di Masa Peralihan Musim

  • 02 Mei 2026 18:05 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Prakiraan cuaca terbaru menunjukkan potensi angin kencang di wilayah Nusa Tenggara Timur pada masa peralihan musim hujan ke kemarau, yang berisiko memicu kebakaran hutan dan lahan.

Informasi ini disampaikan oleh prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Kabupaten Sikka, Liza Febrizky, dalam siaran info cuaca, Sabtu, 2 Mei 2026.

Liza menegaskan bahwa kondisi atmosfer saat ini ditandai dengan angin kering yang cukup kencang. “Masyarakat perlu mewaspadai angin kencang yang bersifat kering karena berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, cuaca di wilayah Kabupaten Sikka dan sekitarnya pada pagi hingga siang hari umumnya cerah berawan. Sementara itu, pada malam hingga dini hari diprakirakan berawan tanpa potensi hujan signifikan.

Selain itu, kondisi angin bertiup dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan berkisar antara 10 hingga 20 kilometer per jam. Suhu udara berada pada kisaran 24 hingga 32 derajat Celcius yang tergolong normal untuk periode peralihan musim, ungkapnya.

Di sektor kelautan, tinggi gelombang di perairan utara Flores diprakirakan mencapai 0,5 hingga 1,25 meter dalam kategori rendah. Sedangkan di perairan selatan Flores, gelombang berkisar antara 1,25 hingga 2,5 meter yang masuk kategori sedang.

BMKG juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap informasi cuaca yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. “Pastikan informasi cuaca yang diterima berasal dari sumber resmi BMKG,” kata Liza.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....