Hari Buruh Soroti Tantangan Pekerja Migran NTT

  • 01 Mei 2026 22:14 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Hari Buruh 2026 menyoroti harapan dan tantangan pekerja migran Nusa Tenggara Timur dalam menghadapi perubahan dunia kerja yang semakin dinamis.

Kepala BP3MI NTT, Suratmi Hamida, mengatakan kondisi pekerja migran asal NTT masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dari sisi perlindungan dan kualitas sumber daya manusia. “Sekitar 90 persen pekerja migran kita masih berada di sektor domestik, dan mayoritas berpendidikan sekolah dasar,” ujarnya dalam dialog Florata Pagi RRI Ende, Jumat, 1 Mei 2026.

Menurutnya, faktor yang mendorong masyarakat bekerja ke luar negeri antara lain kemiskinan, perubahan iklim, serta keterbatasan lapangan kerja di daerah. Selain itu, tuntutan sosial budaya juga menjadi alasan kuat masyarakat memilih menjadi pekerja migran.

Ia menjelaskan, di era digital saat ini sistem penempatan dan pengaduan sudah berbasis teknologi. Namun, rendahnya literasi digital menjadi kendala karena banyak pekerja migran belum mampu mengakses layanan tersebut secara optimal, ujarnya.

Sebagai langkah antisipasi, BP3MI NTT menyediakan layanan berbasis digital dan panduan manual dalam bentuk buku. “Jika kapasitas masyarakat tidak ditingkatkan, maka potensi menjadi korban penempatan ilegal akan terus ada,” ungkapnya.

Suratmi mengajak pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan masyarakat untuk berkolaborasi membangun ekosistem ketenagakerjaan yang lebih baik. Ia berharap pekerja migran tidak hanya mencari nafkah, tetapi juga mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....