Koramil Reok Kawal Mediasi Sengketa Lahan, Warga Diajak Jaga Kondusivitas
- 30 Apr 2026 14:53 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai - Personel Koramil 1612-02/Reok turut mengawal proses mediasi sengketa lahan antarwarga di Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai, Kamis, 30 April 2026. Mediasi ini melibatkan warga Dusun Sambor dan Dusun Tureng, Desa Ngalak, sebagai upaya menyelesaikan perselisihan secara damai melalui musyawarah mufakat.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Reok Barat ini dihadiri unsur Forkopimcam, tokoh adat, tokoh pemuda, serta aparat keamanan. Kehadiran berbagai pihak tersebut menjadi bukti komitmen bersama dalam mencari solusi terbaik tanpa menimbulkan konflik berkepanjangan.
Camat Reok Barat, Florentinus Laus Hadi, yang memimpin jalannya mediasi menegaskan pentingnya komunikasi terbuka dan jujur dalam menyelesaikan persoalan masyarakat. Ia menyampaikan bahwa pemerintah hadir sebagai penengah yang adil guna menjaga persaudaraan antarwarga tetap terjaga.
"Kami pemerintah kecamatan berkomitmen untuk menjadi penengah yang adil. Kehadiran kita semua di sini, termasuk rekan-rekan dari TNI dan Polri, adalah bukti bahwa negara hadir untuk memastikan setiap persoalan warga bisa diselesaikan dengan cara yang damai tanpa harus mencederai persaudaraan," ujar Florentinus dalam arahannya.
Sementara itu, Serka Jalaludin mewakili Danramil 1612-02/Reok mengingatkan kedua belah pihak untuk tetap menjaga situasi keamanan dan tidak terprovokasi. Ia menekankan bahwa peran TNI melalui Babinsa adalah memastikan stabilitas wilayah tetap kondusif selama proses penyelesaian berlangsung.
"Tugas kami sebagai Babinsa adalah memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga. Kami mengajak seluruh warga, baik dari Dusun Sambor maupun Tureng, untuk tetap tenang dan menghormati setiap proses mediasi ini. Jangan sampai persoalan tanah memutus tali silaturahmi yang sudah terjalin lama," tegas Serka Jalaludin.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Danpos dan Kapospol Reok Barat, perangkat kecamatan, serta tokoh adat dan pemuda. Kehadiran mereka diharapkan mampu memberikan pertimbangan berbasis kearifan lokal, sehingga sengketa lahan dapat diselesaikan secara bijak tanpa merusak hubungan sosial yang telah terjalin lama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....