Sensus Ekonomi 2026: Catat Menyeluruh, Mengangkat Usaha Tertinggal di Manggarai

  • 30 Apr 2026 07:39 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase penduduk miskin di Kabupaten Manggarai pada tahun 2025 menurun menjadi 18,10 persen atau sekitar 65,81 ribu jiwa.

Penurunan ini menunjukkan adanya perbaikan kondisi ekonomi masyarakat dibandingkan tahun sebelumnya. Namun demikian, tantangan pengentasan kemiskinan masih cukup besar.

Hal ini terlihat dari meningkatnya garis kemiskinan yang mencapai Rp472.888 per kapita per bulan. Selain itu, indikator kedalaman dan keparahan kemiskinan tercatat masing-masing sebesar 3,57 dan 1,00 yang menunjukkan sebagian masyarakat masih berada dalam kondisi rentan secara ekonomi.

Untuk memperkuat basis data pembangunan, BPS akan melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) mulai Mei hingga Agustus 2026.

Sensus ini dilakukan setiap sepuluh tahun sekali untuk memotret kondisi perekonomian secara menyeluruh, mulai dari pelaku usaha skala besar hingga usaha mikro dan rumah tangga.

SE2026 akan mengumpulkan berbagai informasi penting, antara lain identitas dan skala usaha, jumlah tenaga kerja, pemanfaatan teknologi, hingga keterlibatan dalam program pemerintah seperti Makanan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Selain itu, sensus juga mencatat data ekonomi usaha seperti pendapatan dan pengeluaran, serta kondisi sosial keluarga.

Data tersebut akan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi, termasuk strategi pengentasan kemiskinan di daerah.

BPS menilai kemiskinan memiliki keterkaitan erat dengan kesempatan kerja, produktivitas usaha, dan akses pasar. Oleh karena itu, pemetaan struktur ekonomi melalui sensus menjadi langkah penting dalam merancang kebijakan yang tepat sasaran.

Melalui SE2026, pemerintah daerah diharapkan dapat mengidentifikasi potensi ekonomi lokal hingga tingkat desa, memperkuat pemberdayaan UMKM, serta mengurangi kesenjangan antarwilayah.

Selain itu, data sensus juga akan digunakan sebagai kerangka dasar dalam penyusunan survei ekonomi ke depan agar kebijakan berbasis data menjadi lebih akurat dan berkelanjutan.

BPS juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam sensus dengan memberikan data yang jujur dan akurat.

Partisipasi masyarakat dinilai menjadi kunci keberhasilan sensus sekaligus menentukan kualitas kebijakan pembangunan di masa mendatang.

Melalui data yang akurat, pemerintah diharapkan mampu merancang program yang lebih efektif dalam menciptakan lapangan kerja dan menurunkan angka kemiskinan secara berkelanjutan di Kabupaten Manggarai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....