NTT Hadapi Tantangan SDM di tengah Peluang Kerja Global
- 29 Apr 2026 15:05 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende - Penempatan pekerja migran Indonesia (PMI) asal Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 2026 menunjukkan tren peningkatan. Namun, keterbatasan kompetensi dan keterampilan menjadi tantangan utama yang perlu segera diatasi.
Kepala BP3MI NTT, Suratmi Hamida, menyebutkan sejak Januari hingga April 2026, sebanyak 593 PMI telah diberangkatkan ke berbagai negara. “Trennya meningkat, terutama pada sektor formal seperti Jepang, Jerman, hingga kawasan Eropa,” ujarnya, Selasa, 28 April 2026 bersama Pro 1 RRI Ende.
Menurutnya, peluang kerja global terbuka luas, tetapi belum diimbangi kesiapan sumber daya manusia. Banyak lowongan kerja tersedia, namun tidak dapat diisi karena keterbatasan skill, khususnya kemampuan bahasa asing.
Ia menegaskan, pasar kerja global kini lebih menitikberatkan kompetensi dibandingkan ijazah. “Yang dibutuhkan dunia kerja saat ini adalah skill, bukan sekadar gelar. Ini yang harus dipersiapkan sejak awal,” katanya.
Selain itu, tingginya angka pengangguran terbuka di NTT, termasuk lulusan sarjana, menjadi pekerjaan rumah bersama. Pemerintah daerah dinilai perlu memperkuat pelatihan vokasi dan bahasa agar tenaga kerja lokal mampu bersaing di pasar internasional.
Suratmi juga menyoroti risiko penempatan ilegal yang masih terjadi akibat minimnya persiapan. Kondisi ini berpotensi memicu kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang berulang setiap tahun.
Sebagai solusi, BP3MI mendorong kolaborasi dengan perguruan tinggi melalui pembentukan Migrant Center. Model ini telah diterapkan di Universitas Citra Bangsa, yang berhasil menempatkan puluhan lulusan ke Jepang dengan standar gaji kompetitif.
Ia berharap pemerintah daerah mulai mengalokasikan anggaran untuk pelatihan bahasa dasar seperti Inggris, Jepang, dan Jerman. “Jika dasar sudah kuat, kami siap meningkatkan kompetensi mereka agar bisa masuk ke pasar kerja global,” ujarnya.
Dengan peluang kerja yang besar dan gaji tinggi di luar negeri, peningkatan kualitas SDM dinilai menjadi kunci agar masyarakat NTT tidak hanya menjadi pekerja, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga dan daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....