DIY–NTT Perkuat Sinergi Digitalisasi Pertanian, Dorong Stabilitas Ekonomi Daerah
- 29 Apr 2026 09:06 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terus mempertegas perannya sebagai rujukan praktik baik transformasi digital dengan menjalin sinergi bersama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Kolaborasi ini difokuskan pada pengembangan digitalisasi sektor pertanian guna menjaga stabilitas produksi, memastikan harga yang menguntungkan petani, serta mengendalikan inflasi daerah.
Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, dan Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, di Gedhong Pracimosono, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Senin 27 April 2026. Pertemuan ini turut dihadiri perwakilan Bank Indonesia dari DIY dan NTT sebagai ruang berbagi pengalaman sekaligus penjajakan kerja sama konkret lintas daerah.
Dalam pertemuan tersebut, Sri Sultan menegaskan bahwa setiap kebijakan pembangunan merupakan proses berkelanjutan yang harus terus disempurnakan agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Ia juga membuka ruang komunikasi yang luas hingga ke tingkat perangkat daerah, guna mempercepat pertukaran pengetahuan serta replikasi program unggulan antarwilayah.
“Dari proses itu kita belajar. Yang penting adalah keyakinan untuk terus menyempurnakan kebijakan agar manfaatnya bisa dirasakan secara luas,” ujar Sri Sultan.
Lebih lanjut, Sri Sultan menekankan pentingnya penguatan infrastruktur digital sebagai fondasi transformasi. Pemda DIY telah mengembangkan jaringan fiber optik yang mendukung digitalisasi lintas sektor, termasuk pendidikan, pelayanan publik, hingga sektor pertanian, transportasi, dan perpajakan yang kini terus diperluas.
Sementara itu, Emanuel Melkiades Laka Lena mengapresiasi berbagai inovasi digital yang telah diterapkan di DIY, termasuk platform Dipanen.id yang dinilai mampu menciptakan sistem perdagangan hasil pertanian yang transparan dan efisien. Menurutnya, digitalisasi menjadi solusi strategis dalam menjaga stabilitas produksi, memberikan kepastian harga bagi petani, serta menekan inflasi di daerah.
“DIY memberikan banyak pembelajaran berharga. Praktik digitalisasi yang sudah berjalan ini akan kami pelajari, adaptasi, dan implementasikan di NTT. Digitalisasi ini sangat membantu menjaga stabilitas produksi, memberikan kepastian harga bagi petani, serta menekan inflasi daerah. Kami juga siap memperkuat sinergi lintas daerah untuk membangun ekosistem ekonomi yang lebih terintegrasi,” ujar Melki.
Sinergi DIY–NTT ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam mempercepat transformasi digital pertanian yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan kolaborasi yang semakin erat, praktik baik dari DIY diharapkan dapat direplikasi di NTT guna memperkuat ketahanan pangan serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....