Metode Kreatif Dorong Minat Belajar Anak

  • 28 Apr 2026 19:49 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Komunitas Katong Mimpi menghadirkan metode pembelajaran kreatif bagi anak-anak di wilayah terbatas untuk menjawab kesenjangan akses pendidikan. Program ini dinilai penting karena mendorong minat belajar sekaligus memperluas pengalaman anak terhadap proses pendidikan yang lebih relevan.

Kegiatan yang dibahas dalam program CLBK, Minggu, 26 April 2026, menyoroti implementasi program Carriying Dream yang menyasar siswa di daerah dengan keterbatasan fasilitas pendidikan. Fokus utama program ini adalah meningkatkan kemampuan literasi, numerasi, sains, dan bahasa Inggris melalui pendekatan interaktif.

Sekretaris komunitas, Anisha K. M. L. Dwi Septiani Klau, menjelaskan bahwa kesenjangan pendidikan masih menjadi persoalan serius di wilayah tersebut. Menurutnya, anak-anak seringkali memiliki potensi besar, namun terhambat oleh akses dan metode pembelajaran yang kurang mendukung.

Pendekatan yang digunakan menggabungkan alat peraga sederhana, permainan edukatif, serta eksperimen sains yang mudah dipahami. Relawan juga mendorong keterlibatan aktif siswa agar proses belajar tidak bersifat satu arah dan membosankan.

Relawan Ivonny Elizabeth J. Kedoh mengatakan, metode belajar dirancang agar anak-anak merasa nyaman dan terlibat. Ia menilai pendekatan bermain sambil belajar efektif meningkatkan kepercayaan diri dan rasa ingin tahu siswa selama kegiatan berlangsung.

Selain siswa, program ini juga melibatkan guru sebagai bagian dari upaya penguatan sistem pembelajaran di sekolah. Divisi program, Ralvin Imanuel Lauisaly, menyebut kolaborasi dengan guru menjadi kunci agar dampak kegiatan dapat berkelanjutan.

Ia menegaskan bahwa indikator keberhasilan tidak semata dilihat dari nilai akademik, tetapi dari perubahan cara pandang anak terhadap pendidikan. “Kami ingin anak-anak merasakan bahwa belajar itu dekat dengan kehidupan mereka,” ujarnya.

Melalui program ini, komunitas berharap dapat memperluas jangkauan kegiatan ke wilayah lain yang memiliki kondisi serupa. Upaya ini juga diharapkan mendorong keterlibatan lebih banyak pihak dalam mengatasi kesenjangan pendidikan secara kolektif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....