Tren Digital Tekan Minat Anak Muda pada Budaya
- 28 Apr 2026 19:16 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Pergeseran minat generasi muda terhadap budaya lokal kian menguat di tengah dominasi tren digital. Kondisi ini dinilai berisiko melemahkan identitas daerah jika tidak segera direspons dengan edukasi yang tepat.
Hal itu mengemuka dalam program CLBK RRI Ende, Sabtu, 11 April 2026, bersama Finalis Putra Budaya NTT, Christian David Sakawatu. Ia menilai budaya kini kerap dipandang kuno, sehingga semakin jarang dibicarakan dalam pergaulan anak muda.
Menurut David, rendahnya literasi budaya menjadi akar persoalan yang membuat generasi muda kurang memahami nilai tradisi. Ia menambahkan, hilangnya muatan lokal dalam pendidikan formal turut mempersempit ruang pembelajaran budaya di masyarakat.
Tekanan sosial di lingkungan pergaulan juga memperparah situasi tersebut. Banyak anak muda merasa enggan menunjukkan ketertarikan terhadap budaya karena khawatir dianggap tidak mengikuti perkembangan zaman, bahkan “tidak gaul” oleh lingkungan sekitarnya.
David menyebut kondisi ini sebagai tantangan serius yang harus segera diatasi melalui pendekatan baru. Ia menekankan pentingnya membangun ruang diskusi santai agar budaya dapat dipahami tanpa kesan kaku atau membosankan.
Selain itu, pemanfaatan media sosial dinilai menjadi strategi efektif untuk menjangkau generasi muda. Konten budaya yang dikemas kreatif dinilai mampu menarik perhatian sekaligus menyampaikan nilai edukasi secara lebih relevan.
Ia menilai potensi budaya lokal di Ende masih sangat besar, namun belum dimanfaatkan secara optimal. Selama ini, perhatian publik cenderung terfokus pada destinasi alam seperti Danau Kelimutu, sementara kekayaan tradisi belum terekspos maksimal.
David berharap kolaborasi antara komunitas, media, dan generasi muda dapat memperkuat upaya pelestarian budaya. Ia menegaskan, kesadaran kolektif menjadi kunci agar budaya tetap hidup dan diwariskan lintas generasi secara berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....