Tren Digital Gerus Budaya, Edukasi Jadi Kunci
- 28 Apr 2026 19:05 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Minimnya pemahaman budaya di kalangan generasi muda menjadi tantangan serius di tengah derasnya arus digitalisasi. Kondisi ini dinilai berpotensi melemahkan identitas lokal jika tidak diimbangi dengan edukasi yang tepat.
Hal tersebut disampaikan Finalis Putra Budaya NTT, Christian David Sakawatu, dalam program OBRAS yang disiarkan Sabtu, 11 April 2026. Ia menilai budaya masih relevan, namun menghadapi tekanan kuat dari tren digital yang seringkali hanya menampilkan sisi permukaan tanpa makna.
Menurutnya, fenomena penggunaan atribut budaya sekadar untuk konten media sosial tanpa memahami nilai historis menjadi masalah yang perlu segera diatasi. “Banyak yang pakai budaya hanya untuk terlihat keren, tetapi tidak tahu maknanya,” ujarnya, menekankan pentingnya literasi budaya di kalangan anak muda.
Ia menjelaskan, rendahnya minat generasi muda terhadap budaya juga dipengaruhi oleh stigma sosial yang menganggap budaya sebagai sesuatu yang kuno. Akibatnya, diskusi tentang budaya semakin jarang muncul dalam ruang pergaulan sehari-hari.
Sebagai respons, David mendorong pendekatan edukasi berbasis komunitas dan diskusi santai agar budaya lebih mudah diterima generasi muda. Ia menilai cara ini lebih efektif karena membangun pemahaman secara organik, bukan sekadar formalitas.
Selain itu, pemanfaatan media sosial dinilai menjadi solusi strategis untuk memperluas jangkauan promosi budaya. Konten kreatif yang menggabungkan unsur edukasi dan hiburan dapat meningkatkan ketertarikan sekaligus pemahaman audiens muda.
David juga menyoroti potensi budaya lokal di Ende yang masih kurang terekspos dibandingkan destinasi alam seperti Danau Kelimutu. Padahal, kekayaan budaya seperti bahasa daerah, tradisi, dan sejarah memiliki daya tarik yang kuat jika dikemas dengan baik.
Ia berharap generasi muda tidak hanya menjadi konsumen tren, tetapi juga agen pelestari budaya. Upaya ini dinilai penting untuk menjaga identitas lokal sekaligus membuka peluang ekonomi melalui promosi budaya yang berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....