Gandeng Plan, Kemenag Nagekeo Perkuat Mekanisme Perlindungan Anak di Sekolah

  • 28 Apr 2026 15:29 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Nagekeo - Kementerian Agama Republik Indonesia Kabupaten Nagekeo terus berkomitmen dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan inklusif melalui kegiatan Pelatihan Penguatan Mekanisme Perlindungan Anak dan Perempuan di Komunitas Sekolah. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Pepita pada Selasa, 28 April 2026.

Pelatihan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Kemenag Nagekeo dan Plan International Indonesia, yang dibuka secara resmi oleh Plh Kepala Kantor Kemenag Nagekeo, Fransiscus Deu. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa perlindungan anak dan perempuan harus menjadi bagian integral dalam sistem pendidikan.

Menurutnya, sekolah memiliki peran strategis dalam mencegah dan menangani kasus kekerasan. Ia menekankan bahwa terciptanya lingkungan sekolah yang bebas dari kekerasan merupakan wujud nyata dari moderasi beragama yang menyejukkan dan berkeadilan.

“Sinergi bersama Plan Indonesia sangat krusial untuk memastikan bahwa komunitas sekolah memiliki pemahaman dan prosedur yang jelas dalam menghadapi isu kekerasan. Satu pesan yang patut kita pahami bersama, bahwa perlindungan anak dan perempuan adalah wajah moderasi beragama yang nyata. Ketika sekolah berhasil menciptakan lingkungan yang nol kasus kekerasan, bebas dari kesedihan dan ketakutan, serta memiliki sistem penanganan kasus yang aman bagi anak-anak, maka saat itulah masyarakat melihat wajah asli agama yang menyejukkan,” ujarnya

Sementara itu, Direktur Plan International Indonesia Wilayah Flores, Cosmas Damianus Meze, menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memastikan terpenuhinya hak-hak anak dan perempuan. Ia menyebut pelatihan ini sebagai langkah konkret untuk memperkuat kapasitas sekolah dalam mendeteksi dan merespons kasus kekerasan secara cepat dan tepat.

“Plan Indonesia bersama Kemenag Nagekeo memiliki visi yang sama dalam menciptakan ruang yang aman bagi anak-anak. Melalui pelatihan ini, kita memperkuat kapasitas sekolah agar mampu mendeteksi secara dini, merespons cepat, dan memberikan perlindungan maksimal bagi anak-anak maupun perempuan dari segala bentuk kekerasan,” ujar Cosmas.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 28–29 April 2026, ini diikuti oleh sekitar 40 peserta yang berasal dari sekolah-sekolah di bawah naungan Kemenag serta unsur terkait lainnya. Para peserta mendapatkan materi terkait mitigasi risiko kekerasan, mekanisme pelaporan, serta strategi perlindungan yang responsif dan berkelanjutan.

Melalui pelatihan ini, diharapkan setiap satuan pendidikan mampu membangun sistem perlindungan yang terstruktur, sehingga tercipta lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang generasi muda di Nagekeo.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....