Fasilitas Minim, Ende Butuh Panti Rehabilitasi ODGJ
- 28 Apr 2026 13:46 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Keterbatasan fasilitas penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kabupaten Ende kian mendesak perhatian. LPK Samaria yang selama ini menjadi tumpuan penanganan ODGJ terlantar, masih beroperasi di gedung pinjaman dengan kondisi terbatas.
Ketua LPK Samaria, Mama Katarina Deno atau Mama Nina, mengatakan kebutuhan paling mendesak bukan lagi sekadar logistik, tetapi pembangunan panti rehabilitasi yang layak. Ia menilai kondisi saat ini belum mampu menampung jumlah ODGJ yang terus bertambah.
“Harapan kami ada tempat yang layak, supaya mereka tidak lagi berkeliaran di jalan,” ujarnya dalam Podcast RRI Ende.
Menurutnya, Kabupaten Ende memiliki jumlah ODGJ yang relatif tinggi dibanding wilayah lain di Flores. Hal ini terlihat dari banyaknya pasien asal Ende yang dirujuk ke panti di luar daerah karena keterbatasan fasilitas lokal.
Selama ini, operasional LPK Samaria bertumpu pada donasi masyarakat. Kebutuhan dasar seperti makanan dan perlengkapan pribadi sering kali bergantung pada bantuan tidak tetap dari dalam maupun luar daerah.
Namun, keterbatasan tidak hanya pada fasilitas fisik. Minimnya sumber daya manusia juga menjadi kendala serius. Dari sekitar sepuluh relawan awal, kini hanya tersisa tiga orang yang aktif mendampingi puluhan ODGJ setiap hari.
“Kami butuh dukungan, baik fasilitas maupun tenaga, supaya pelayanan ini bisa terus berjalan,” kata Mama Nina.
Kondisi ini berdampak pada terbatasnya layanan, termasuk belum tertanganinya ODGJ laki-laki secara optimal karena keterbatasan ruang. Padahal, kebutuhan penanganan terus meningkat.
Di sisi lain, Mama Nina mengajak masyarakat untuk mengurangi stigma terhadap ODGJ dan mulai terlibat dalam penanganan awal di lingkungan sekitar. Ia menilai kepedulian sosial menjadi faktor penting sebelum intervensi lebih lanjut dilakukan.
Upaya penanganan ODGJ, menurutnya, tidak bisa hanya mengandalkan komunitas, tetapi memerlukan kebijakan dan dukungan pemerintah secara berkelanjutan. Kehadiran panti rehabilitasi dinilai menjadi solusi mendesak untuk mengurangi jumlah ODGJ terlantar di ruang publik.
“Di usia saya sekarang, saya berharap sebelum saya berhenti, sudah ada panti yang layak di Ende,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....