LPK Samaria Rawat ODGJ Terlantar di Ende
- 28 Apr 2026 13:38 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Di tengah keterbatasan layanan sosial, seorang perempuan di Ende memilih hadir bagi kelompok paling rentan: Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) terlantar. Melalui Lembaga Pelayanan Kasih Samaria, Mama Katarina Deno atau Mama Nina merawat mereka dengan pendekatan berbasis kasih dan pemulihan martabat.
Kiprah ini berangkat dari kegelisahan melihat ODGJ, terutama perempuan, hidup tanpa perlindungan di ruang publik. Kondisi tanpa pakaian layak dan akses makanan memicu inisiatif penjangkauan, penjemputan, hingga perawatan intensif di panti.
Di LPK Samaria, para ODGJ tidak hanya mendapat tempat tinggal, tetapi dipulihkan melalui rutinitas dasar dan interaksi yang manusiawi. Proses dimulai dari memandikan, memberi pakaian bersih, hingga membangun komunikasi yang seringkali diawali dengan penolakan.
“Tujuan kami memanusiakan mereka, supaya kembali menjadi manusia seutuhnya,” kata Mama Nina dalam Podcast RRI Ende.
Pendekatan tersebut, menurutnya, mampu menurunkan agresivitas dan membangun kepercayaan diri penghuni panti. Sejumlah pasien yang sebelumnya hidup di jalanan mulai menunjukkan perubahan perilaku dan kemampuan dasar.
Tantangan terbesar muncul pada fase awal penjemputan ketika pasien bersikap agresif. Dengan dukungan tim yang terbatas, layanan tetap berjalan siang dan malam untuk memastikan keselamatan dan pemulihan penghuni.
Hasilnya mulai terlihat. Beberapa mantan pasien kini mampu melakukan aktivitas produktif seperti menjahit dan membantu pekerjaan dapur, bahkan ada yang kembali ke keluarga dan berfungsi sosial.
“Melihat mereka bisa beribadah, bekerja, dan kembali ke keluarga adalah kebahagiaan terbesar,” ujarnya.
Upaya ini menegaskan pentingnya kehadiran layanan berbasis komunitas dalam penanganan ODGJ, sekaligus membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah untuk penguatan fasilitas dan pendampingan berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....