Kartini dan Tantangan Kesetaraan di Dunia Digital
- 28 Apr 2026 12:17 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende - Dosen Sejarah Universitas Flores, Yosef Dentis, S.Pd., M.A., menegaskan Peringatan Hari Kartini setiap 21 April tidak sekadar mengenang semboyan “Habis Gelap Terbitlah Terang”. Menurutnya, momentum tersebut harus dimaknai sebagai refleksi mendalam dalam menghadapi tantangan zaman di tengah pesatnya digitalisasi dan transformasi global.
Dalam dialog interaktif bersama RRI, Selasa 21 April 2026 Dentis menjelaskan, pada masa lalu Raden Ajeng Kartini berjuang melawan keterbatasan akses pendidikan dan ketidakadilan gender melalui pemikiran kritis. Sementara itu, di era digital saat ini, perjuangan tersebut telah bertransformasi ke ruang yang lebih luas melalui akses informasi, media sosial, dan teknologi.
Yosef menilai digitalisasi memberikan peluang besar bagi perempuan untuk berkarya dan berpartisipasi tanpa batas geografis. Namun, ia juga mengingatkan adanya tantangan baru berupa degradasi moral, meningkatnya individualisme, serta reproduksi budaya patriarki di ruang digital.
Menurutnya, nilai-nilai perjuangan Kartini perlu dimaknai ulang agar tetap relevan dengan perkembangan zaman. Nilai tersebut tidak hanya menjadi simbol sejarah, tetapi juga menjadi landasan dalam membangun karakter manusia Indonesia yang berempati, berintegritas, dan berkeadilan.
Dalam perspektif pendidikan karakter berbasis Pancasila, ia menekankan pentingnya keseimbangan antara kemajuan teknologi dan kekuatan mental. Hal ini mencakup kemampuan berpikir kritis, bijak dalam menggunakan teknologi, serta menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan kesetaraan gender.
Secara sosiologis, Yosef menyebut relasi kuasa antara laki-laki dan perempuan masih dapat terjadi dalam bentuk yang lebih halus di era digital. Bentuk tersebut antara lain diskriminasi digital, stereotip, hingga kekerasan berbasis daring yang semakin kompleks.
Ia menambahkan bahwa filosofi Kartini tidak hanya dimaknai sebagai kemajuan ilmu pengetahuan semata. Lebih dari itu, “terang” juga mencerminkan kematangan karakter dan keluhuran budi pekerti dalam kehidupan sehari-hari.
Yosef menegaskan bahwa nilai tersebut harus diwujudkan melalui penggunaan teknologi yang beretika dan penghargaan terhadap sesama tanpa diskriminasi. Selain itu, keberanian melawan ketidakadilan dalam berbagai bentuk juga menjadi bagian penting dari semangat Kartini di era digital.
Dengan demikian, ia menilai transformasi global tidak menjauhkan masyarakat dari nilai-nilai Kartini. Justru, perkembangan tersebut menjadi ruang baru untuk melanjutkan perjuangan emansipasi secara lebih luas dan relevan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....