BMKG Imbau Warga Perbukitan Manggarai Barat Waspadai Longsor saat Pancaroba
- 28 Apr 2026 12:34 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Barat – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Komodo mengingatkan masyarakat Manggarai Barat, khususnya yang bermukim di wilayah perbukitan dan lereng, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tanah longsor selama masa pancaroba.
Kepala Stasiun Meteorologi Komodo, Maria Patricia Seran, mengatakan meskipun wilayah Manggarai Barat mulai memasuki periode peralihan menuju musim kemarau, curah hujan dengan intensitas tinggi dalam waktu singkat masih berpotensi memicu bencana hidrometeorologi, termasuk longsor dan banjir bandang.
“Warga yang tinggal di dekat perbukitan perlu mewaspadai titik-titik rawan longsor. Perhatikan jika muncul retakan tanah baru, kondisi tebing yang mulai labil, atau pohon yang tampak miring dan berpotensi tumbang,” ujar Maria saat berdialog dengan RRI Labuan Bajo, Selasa 28 April 2026.
Menurutnya, hujan deras yang terjadi dalam periode singkat di masa pancaroba dapat menyebabkan pergerakan tanah, terutama di kawasan dengan kontur miring dan struktur tanah yang rentan.
Selain ancaman longsor, BMKG juga mengingatkan masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai untuk mewaspadai potensi banjir bandang, terutama jika hujan lebat terjadi di wilayah hulu.
“Cuaca cerah di wilayah hilir bukan berarti aman. Jika di daerah hulu terjadi hujan deras, debit sungai bisa meningkat secara tiba-tiba. Warga harus segera menghentikan aktivitas di sungai jika air mulai naik atau berubah keruh,” katanya.
BMKG menilai perubahan kondisi tanah dari kering akibat panas kemudian diguyur hujan deras dapat membuat struktur tanah menjadi rapuh dan meningkatkan risiko longsor.
Karena itu, masyarakat bersama aparat desa diimbau aktif melakukan mitigasi dengan memetakan titik rawan longsor, memantau pohon tua yang berpotensi tumbang, serta mengikuti informasi peringatan dini melalui kanal resmi BMKG.
“Potensi cuaca ekstrem diperkirakan masih berlangsung hingga akhir April. Memasuki Mei, intensitas hujan diprediksi mulai menurun seiring peralihan menuju musim kemarau yang lebih stabil,” ungkap Maria.
BMKG juga mengingatkan warga untuk segera menjauh dari lereng jika ditemukan retakan tanah baru, menghindari berteduh di bawah pohon tinggi atau tiang listrik saat petir, serta terus memantau informasi cuaca terbaru guna mengurangi risiko bencana.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....