BMKG Imbau Wisatawan dan Kapal Wisata Waspadai Petir di Perairan Labuan Bajo

  • 28 Apr 2026 12:30 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Komodo mengingatkan pelaku wisata bahari, operator kapal wisata, serta wisatawan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem selama masa pancaroba di wilayah perairan Labuan Bajo dan kawasan Taman Nasional Komodo.

Kepala Stasiun Meteorologi Komodo, Maria Patricia Seran, dalam dialog bersama RRI Labuan Bajo mengatakan tingginya intensitas petir yang terjadi dalam beberapa hari terakhir menjadi ancaman serius, khususnya bagi aktivitas wisata di laut dan area terbuka.

“Wisatawan maupun masyarakat diharapkan menghindari area terbuka, pohon tinggi, serta menunda aktivitas di laut atau lapangan terbuka saat cuaca memburuk atau terlihat kilatan petir,” ujar Maria, Selasa 28 April 2026.

Menurutnya, kondisi cuaca saat ini ditandai dengan sambaran petir yang kuat, hujan mendadak, serta angin kencang berdurasi singkat yang berpotensi mengganggu keselamatan pelayaran, terutama bagi kapal-kapal wisata berukuran kecil.

BMKG meminta para nakhoda kapal wisata untuk selalu memantau informasi cuaca terbaru sebelum berlayar, termasuk peringatan dini cuaca di wilayah perairan dan destinasi wisata yang akan dikunjungi.

Selain itu, operator kapal juga diimbau mewaspadai dampak hujan deras di wilayah hulu yang dapat meningkatkan debit air ke muara serta membawa material kayu, lumpur, atau sampah ke laut yang berpotensi membahayakan jalur pelayaran.

Jika awan Cumulonimbus atau awan gelap pekat mulai terbentuk di jalur pelayaran, kapal disarankan segera mencari lokasi perlindungan yang aman demi keselamatan penumpang.

BMKG memperkirakan gangguan atmosfer yang memicu cuaca buruk di wilayah Manggarai Barat masih berpotensi berlangsung hingga akhir April. Kondisi cuaca diprediksi mulai lebih stabil memasuki awal Mei seiring transisi menuju musim kemarau.

Maria menegaskan bahwa pemantauan rutin terhadap informasi cuaca dari BMKG merupakan langkah penting untuk meminimalkan risiko kecelakaan laut akibat cuaca ekstrem.

“Langkah sederhana seperti memantau informasi BMKG secara rutin dapat mengurangi risiko kecelakaan di laut akibat cuaca ekstrem,” katanya.

BMKG juga mengingatkan wisatawan untuk segera berlindung di dalam kabin kapal atau bangunan permanen saat terdengar guntur, menghindari penggunaan perangkat elektronik di area terbuka ketika badai petir terjadi, serta selalu mematuhi arahan pemandu wisata atau petugas lapangan terkait perubahan cuaca mendadak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....