BMKG Imbau Warga Manggarai Barat Waspadai Cuaca Ekstrem Selama Musim Pancaroba

  • 28 Apr 2026 12:08 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Komodo mengimbau masyarakat Manggarai Barat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan masih berlangsung hingga akhir April.

Kepala Stasiun Meteorologi Komodo, Maria Patricia Seran, menyampaikan bahwa meski awalnya musim kemarau diprediksi mulai pada awal April, wilayah Manggarai Barat saat ini masih berada dalam fase pancaroba atau peralihan musim.

“Wilayah Nusa Tenggara Timur termasuk Labuan Bajo, masih dipengaruhi aktivitas tiga gelombang atmosfer secara bersamaan, yakni Equatorial Rossby, Madden-Julian Oscillation (MJO), dan gelombang Kelvin. Kondisi ini memicu peningkatan curah hujan serta cuaca ekstrem dalam sepekan terakhir,” kata Maria, dalam dialog bersama RRI Labuan Bajo, Selasa 28 April 2026.

Menurutnya, cuaca ekstrem pada musim pancaroba tidak hanya berupa hujan lebat, tetapi juga disertai sambaran petir yang intens serta angin kencang berdurasi singkat.

BMKG juga mengingatkan masyarakat yang tinggal di daerah perbukitan agar waspada terhadap potensi longsor dengan memperhatikan tanda-tanda seperti retakan tanah atau kondisi tebing yang mulai labil.

Sementara itu, warga di kawasan perkotaan diminta menjaga kebersihan saluran drainase agar tidak tersumbat sampah yang dapat memicu banjir bandang atau genangan akibat minimnya daerah resapan air.

Selain itu, masyarakat diimbau menghindari aktivitas di sungai saat hujan turun di wilayah hulu, termasuk mandi, memancing, maupun menyeberang, guna mencegah risiko terseret arus deras.

“Frekuensi petir yang cukup tinggi belakangan ini juga perlu diwaspadai. Hindari berada di area terbuka, dekat pohon tinggi, atau tiang listrik saat cuaca buruk, serta tunda aktivitas di laut maupun lapangan terbuka,” ujarnya.

BMKG juga memperkirakan kondisi cuaca ekstrem ini akan mulai mereda pada awal Mei seiring bergesernya gelombang atmosfer dari wilayah NTT.

Masyarakat diharapkan terus memantau perkembangan informasi cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG guna mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi selama masa pancaroba.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....