PPDKE Soroti Pentingnya Akses Pendidikan Bagi Anak Disabilitas
- 28 Apr 2026 02:05 WIB
- Ende
Poin Utama
- Perlunya pemerataan akses pendidikan bagi anak disabilitas di Kabupaten Ende, terutama bagi mereka yang berada di wilayah pelosok.
- Lokasi Sekolah Luar Biasa (SLB) yang terbatas dan jarak yang jauh menjadi penghalang utama bagi orang tua di pelosok untuk menyekolahkan anak berkebutuhan khusus.
- PPDKE mendorong implementasi program pendidikan inklusif di setiap sekolah umum tingkat kecamatan agar akses pendidikan lebih dekat dengan tempat tinggal pasien.
- Desakan agar guru di sekolah reguler dibekali keterampilan mengajar khusus dan inovasi metode pembelajaran yang ramah disabilitas.
- Memutus rantai kemiskinan dan ketertinggalan melalui literasi dan pendidikan layak bagi kelompok rentan di Ende.
RRI. CO. ID,Ende – Akses pendidikan bagi anak-anak penyandang disabilitas di Kabupaten Ende dinilai masih perlu ditingkatkan secara merata. Meskipun sudah ada Sekolah Luar Biasa (SLB), masih banyak anak di pelosok belum bersekolah.
Ketua PPDKE, Kristina Pero, dalam program ruang disabilitas dan inklusi pro 1 RRI Ende Sabtu, 28 Maret 2026 mengatakan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama bagi masa depan mandiri kaum disabilitas nantinya. Keterbatasan akses geografis sering kali menjadi penghalang bagi orang tua untuk menyekolahkan anak-anak berkebutuhan khusus, Ungkapnya.
PPDKE mendorong adanya program pendidikan inklusif di setiap sekolah umum yang berada di tingkat kecamatan. Hal ini bertujuan agar anak-anak disabilitas tidak perlu menempuh perjalanan jauh hanya untuk mendapatkan ilmu.
"Anak-anak disabilitas memiliki hak yang sama untuk cerdas dan meraih cita-cita mereka setinggi mungkin," ujar Kristina. Perhatian serius dari dinas pendidikan sangat diharapkan untuk membenahi kurikulum yang ramah bagi kaum disabilitas.
Selain guru di SLB, tenaga pendidik di sekolah reguler juga perlu dibekali keterampilan mengajar anak khusus. Inovasi dalam metode pembelajaran akan membantu anak-anak tersebut lebih mudah memahami materi yang diberikan guru.
Kristina berharap ke depannya tidak ada lagi anak penyandang disabilitas yang tertinggal dalam hal literasi. Pendidikan yang layak akan memutus rantai kemiskinan dan ketertinggalan bagi kelompok rentan di wilayah Ende.
"Sekolah harus menjadi tempat yang paling aman dan nyaman bagi setiap anak tanpa terkecuali," ucap Kristina. Sinergi antara pemerintah dan orang tua menjadi kunci utama dalam menyukseskan pendidikan inklusif di daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....