Bupati Ende Hadiri Panen Perdana Padi Organik di Wewaria

  • 27 Apr 2026 23:53 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende - Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda, menghadiri panen perdana padi organik di hamparan Ndetu Boti, Desa Mautenda Barat, Kecamatan Wewaria. Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan pertanian ramah lingkungan dan berkelanjutan di wilayah tersebut.

Panen perdana ini merupakan bagian dari program yang diprakarsai Yayasan Tananua Flores bekerja sama dengan Universitas Flores serta didukung Dinas Pertanian Kabupaten Ende dan penyuluh pertanian lapangan. Program tersebut merupakan hasil kajian ilmiah yang direncanakan berlangsung selama tiga musim tanam guna menemukan model pertanian berkelanjutan.

Kegiatan ini merupakan panen kedua dalam rangkaian penelitian setelah panen pertama dilaksanakan pada 21 Oktober 2025. Sasaran utama kegiatan ini adalah Kelompok Tani Sa Ate di Desa Mautenda Barat sebagai lokasi percontohan sistem pertanian organik.

Acara yang berlangsung di Kampung Ndetu Boti ini turut dihadiri sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan, termasuk Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ende, Camat Wewaria Fidelis Bela, serta unsur gereja, akademisi, dan tokoh masyarakat. Kehadiran berbagai pihak tersebut menunjukkan dukungan lintas sektor terhadap pengembangan pertanian organik di daerah tersebut.

Dalam sambutannya, Bupati Ende menegaskan bahwa pembangunan harus menyentuh desa sebagai basis utama kehidupan masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya pembangunan berkelanjutan, termasuk dalam sektor pertanian dan ekonomi.

Menurutnya, pertanian organik merupakan langkah strategis untuk menjaga keseimbangan antara produktivitas dan kelestarian lingkungan. Ia menyebut bahwa pembangunan harus mampu menjawab kebutuhan jangka panjang sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Bupati juga mengungkapkan bahwa sektor pertanian di Kabupaten Ende mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pertanian. Hal ini terlihat dari berbagai dukungan yang diperoleh setelah mengikuti rapat koordinasi di tingkat nasional.

Sejumlah bantuan yang akan diterima antara lain perbaikan jaringan irigasi, pencetakan sawah baru, serta pengembangan hilirisasi komoditas seperti jambu mete, kopi, dan kakao. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan bantuan sarana produksi hortikultura, pestisida, alat dan mesin pertanian, serta dukungan untuk budidaya padi dan jagung.

Program penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan sifat kimia tanah sebelum dan sesudah penggunaan pupuk, serta menganalisis pengaruh dosis pupuk terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman. Selain itu, penelitian juga mengkaji jenis hama dan tingkat serangannya pada sistem budidaya yang berbeda.

Hasil penelitian diharapkan menjadi dasar ilmiah dalam pengembangan kebijakan pertanian organik di Kabupaten Ende. Selain itu, program ini diharapkan dapat menjadi model percontohan bagi daerah lain dalam menerapkan sistem pertanian yang produktif, efisien, dan ramah lingkungan.

Melalui kegiatan ini, pemerintah bersama para pemangku kepentingan menunjukkan komitmen dalam mendorong transformasi sektor pertanian menuju sistem berkelanjutan. Inisiatif ini diharapkan mampu meningkatkan produksi sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem dan kesejahteraan petani di Kecamatan Wewaria dan sekitarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....