Ende Targetkan Redistribusi Guru Tuntas Juni 2026 demi Keadilan Pendidikan

  • 27 Apr 2026 07:14 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, ENDE – Pemerintah Kabupaten Ende melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menargetkan pemerataan tenaga pendidik di seluruh wilayah selesai pada Juni 2026 mendatang. Langkah strategis ini merujuk pada regulasi terbaru mengenai redistribusi guru untuk menghapus ketimpangan antara sekolah negeri dan swasta.

Plt. Kepala Dinas P dan K Ende, Venantius Minggu, mengungkapkan bahwa selama ini terjadi penumpukan tenaga pengajar yang tidak merata di beberapa titik. Kebijakan ini diharapkan mampu menjamin seluruh anak di Kota Pancasila mendapatkan standar pelayanan pendidikan yang serupa tanpa memandang status sekolah.

Selain penataan sumber daya manusia, pemerintah setempat juga melaporkan capaian signifikan pada nilai literasi dan numerasi nasional. Meski sempat mengalami fluktuasi angka, posisi pendidikan Kabupaten Ende tetap kokoh dalam kategori tuntas pratama serta masuk tiga besar di NTT.

Penurunan indeks dari angka 76 ke 71 pada tahun 2025 menjadi pemantik bagi dinas terkait untuk melakukan intervensi kebijakan yang lebih tajam. Fokus utama saat ini beralih pada peningkatan kualitas ruang kelas dan laboratorium di daerah pelosok yang masih sangat terbatas.

Guna mempercepat lompatan kualitas tersebut, Dinas P dan K Ende kini menggandeng mitra internasional seperti UNICEF dan Tanoto Foundation. Kerja sama ini menitikberatkan pada penguatan kapasitas kepemimpinan kepala sekolah serta manajerial pendidikan yang lebih modern dan adaptif.

Sisi teknologi juga tidak luput dari perhatian dengan masifnya penyediaan perangkat digital berupa chromebook hingga panel interaktif di tiap satuan pendidikan. Digitalisasi ini dirancang agar proses belajar mengajar di kelas tidak lagi kaku, melainkan lebih fleksibel dan mempercepat pemahaman siswa.

Menyongsong Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, antusiasme pendidikan juga dibalut dengan pelestarian budaya melalui berbagai perlombaan seni di tingkat kabupaten. Lomba Gawi hingga peragaan busana tenun ikat menjadi instrumen penting dalam membentuk karakter generasi muda yang mencintai jati diri daerahnya.

Seluruh rangkaian evaluasi dan perayaan ini akan mencapai puncaknya pada upacara bendera serta senam massal di Stadion Marilonga. Komitmen bersama ini menjadi kompas bagi seluruh pemangku kepentingan untuk mengembalikan kejayaan Ende sebagai kota pelajar di Nusa Tenggara Timur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....