Literasi Indonesia Tertinggal, Siswa NTT Alami Kendala Baca
- 26 Apr 2026 20:24 WIB
- Ende
Poin Utama
- Literasi Indonesia masih tertinggal berdasarkan PISA 2022 (peringkat 71 dunia).
- Sekitar 30 persen siswa di NTT mengalami kendala baca tulis.
- Penguatan literasi membutuhkan peran sekolah, keluarga, dan masyarakat.
RRI.CO.ID, Ende — Literasi Indonesia masih tertinggal berdasarkan data terakhir Programme for International Student Assessment (PISA) 2022. Di sisi lain, sekitar 30 persen siswa di Nusa Tenggara Timur masih mengalami kendala baca tulis.
Hal tersebut disampaikan Founder Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Poco Ndeki Borong, Marselinus Minggus, dalam program Komunitas Bicara bersama Programa 1 RRI Ende pada Sabtu, 28 Maret 2026. Kondisi ini menunjukkan persoalan literasi tidak hanya terjadi di tingkat nasional, tetapi juga dirasakan hingga daerah.
Ia menilai capaian PISA 2022 yang menempatkan Indonesia di peringkat 71 dari 81 negara mencerminkan budaya membaca yang belum kuat. “Literasi membaca kita masih berada di bawah rata-rata dunia,” ujarnya.
Menurutnya, rendahnya kemampuan baca tulis di NTT akan berdampak langsung pada proses pembelajaran. Siswa yang belum menguasai literasi dasar cenderung mengalami kesulitan memahami materi pelajaran.
Selain faktor akses terhadap bahan bacaan, kebiasaan membaca juga menjadi persoalan. Lingkungan keluarga dan masyarakat dinilai belum sepenuhnya mendorong terbentuknya budaya literasi.
Marselinus menegaskan, penguatan literasi perlu dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan. Sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....