Peran Generasi Muda dalam Melestarikan Bahasa Indonesia di Era Digital
- 26 Apr 2026 16:35 WIB
- Ende
Poin Utama
- Pengaruh budaya luar sangat kuat, termasuk dalam penggunaan bahasa sehari-hari. Ini menjadi tantangan bagi kita untuk tetap menjaga Bahasa Indonesia,” ujarnya.
- “Melestarikan Bahasa Indonesia bukan hanya tugas pemerintah atau akademisi, tetapi tanggung jawab kita bersama, terutama generasi muda sebagai penerus bangsa,” tegasnya.
- Yanuarius menekankan bahwa Bahasa Indonesia bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga identitas nasional yang mencerminkan jati diri bangsa.
RRI.CO.ID,Ende – Generasi muda memiliki peran strategis dalam menjaga dan melestarikan Bahasa Indonesia di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital. Hal ini disampaikan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Flores, Yanuarius Punan, dalam talkshow “Keindonesian” yang digelar di Anjungan PBSI Universitas Flores, Sabtu,25 April 2026.
Dalam perbincangan tersebut, Yanuarius menekankan bahwa Bahasa Indonesia bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga identitas nasional yang mencerminkan jati diri bangsa. Namun, menurutnya, tantangan terbesar saat ini adalah meningkatnya penggunaan bahasa asing dan bahasa gaul di kalangan anak muda yang berpotensi menggeser penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.
“Anak muda sekarang hidup di era digital yang sangat terbuka. Pengaruh budaya luar sangat kuat, termasuk dalam penggunaan bahasa sehari-hari. Ini menjadi tantangan bagi kita untuk tetap menjaga Bahasa Indonesia,” ujarnya.
Meski demikian, Yanuarius melihat adanya peluang besar bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam pelestarian bahasa. Salah satunya melalui pemanfaatan media sosial sebagai sarana edukasi dan kampanye penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.
“Media sosial bisa menjadi alat yang efektif. Kita bisa membuat konten kreatif, seperti video edukasi, puisi, atau tulisan yang menggunakan Bahasa Indonesia dengan baik. Ini bisa menarik minat anak muda lainnya,” tambahnya.
Ia juga menyoroti pentingnya peran lembaga pendidikan dalam menanamkan kecintaan terhadap Bahasa Indonesia sejak dini. Menurutnya, pembelajaran bahasa harus dikemas secara menarik agar tidak dianggap membosankan oleh generasi muda.
Selain itu, Yanuarius mengajak seluruh anak muda untuk lebih bangga menggunakan Bahasa Indonesia dalam berbagai aktivitas, baik di lingkungan akademik maupun dalam kehidupan sehari-hari.
“Melestarikan Bahasa Indonesia bukan hanya tugas pemerintah atau akademisi, tetapi tanggung jawab kita bersama, terutama generasi muda sebagai penerus bangsa,” tegasnya.
Talkshow ini menjadi ruang diskusi yang inspiratif bagi mahasiswa dan masyarakat untuk lebih memahami pentingnya menjaga Bahasa Indonesia sebagai identitas nasional di tengah dinamika zaman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....