Eksistensi Bahasa Indonesia di Era Globalisasi Perlu Diperkuat
- 26 Apr 2026 15:48 WIB
- Ende
Poin Utama
- Bahasa Indonesia dinilai tetap memiliki posisi kuat di tengah derasnya arus globalisasi dan dominasi bahasa asing, khususnya bahasa Inggris.
- Menurutnya, globalisasi tidak bisa dihindari, termasuk masuknya berbagai istilah asing dalam kehidupan sehari-hari.
- Hal ini menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi generasi muda yang cenderung lebih akrab dengan istilah asing.
RRI.CO.ID,Ende – Bahasa Indonesia dinilai tetap memiliki posisi kuat di tengah derasnya arus globalisasi dan dominasi bahasa asing, khususnya bahasa Inggris. Namun, keberlanjutan eksistensinya sangat bergantung pada sikap penuturnya dalam menjaga, menggunakan, dan membanggakan bahasa nasional.
Hal tersebut disampaikan oleh pengamat bahasa dan penulis,Dr.Dra. Maria Mathildis Banda,M.S,dalam talkshow Keindonesiaan yang digelar pada Sabtu 25 April 2026 di Anjungan PBSI Universitas Flores, Ende. Menurutnya, globalisasi tidak bisa dihindari, termasuk masuknya berbagai istilah asing dalam kehidupan sehari-hari.
Namun, kondisi tersebut tidak seharusnya melemahkan posisi Bahasa Indonesia. “Bahasa Indonesia tetap bisa bertahan selama masyarakatnya memiliki kebanggaan untuk menggunakannya dengan baik dan benar.
Kita boleh menguasai bahasa asing, tetapi jangan sampai meninggalkan bahasa sendiri,” ujarnya. Ia menjelaskan, penggunaan bahasa Inggris dalam berbagai sektor seperti pendidikan, teknologi, dan dunia kerja memang semakin meningkat.
Hal ini menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi generasi muda yang cenderung lebih akrab dengan istilah asing. Meski demikian, ia menilai bahwa Bahasa Indonesia memiliki keunggulan sebagai bahasa persatuan yang telah terbukti mampu menyatukan keberagaman di Indonesia.
“Bahasa Indonesia bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga identitas dan pemersatu bangsa. Itu yang tidak dimiliki oleh banyak bahasa lain,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menekankan pentingnya peran lembaga pendidikan, media, dan keluarga dalam membiasakan penggunaan Bahasa Indonesia yang baik. Ia mengingatkan agar penggunaan bahasa asing tetap proporsional dan tidak menggantikan fungsi utama Bahasa Indonesia.
Selain itu, ia mendorong adanya inovasi dalam pengembangan Bahasa Indonesia agar tetap relevan dengan perkembangan zaman, termasuk dalam dunia digital. "Bahasa harus berkembang mengikuti zaman. Kita perlu memperkaya kosakata, tetapi tetap berakar pada kaidah Bahasa Indonesia,” ucapnya.
Talkshow tersebut menjadi ruang diskusi bagi mahasiswa dan masyarakat untuk memahami lebih dalam peran Bahasa Indonesia di tengah perubahan global yang semakin cepat. Dengan komitmen bersama, Bahasa Indonesia diyakini akan tetap eksis dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri, sekaligus mampu bersaing di kancah internasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....