Komunitas Lolon Girek Jaya Dorong Ekonomi Desa Mandiri
- 25 Apr 2026 21:39 WIB
- Ende
Poin Utama
- Komunitas Lolon Girek Jaya lahir dari inisiatif pemuda desa mengelola potensi lokal.
- Komunitas menjadi pusat pembelajaran dan berencana mengembangkan desa wisata.
RRI.CO.ID, Flores Timur - Komunitas Lolon Girek Jaya di Desa Blepanawa, kecamatan Demon Pagong, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, berhasil mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal berbasis kolaborasi dan inovasi.
Ketua Komunitas Lolon Girek Jaya, Gaspar Ratu Lejap, dalam program Komunitas Bicara RRI, Sabtu, 25 April 2026, menjelaskan bahwa komunitas ini lahir dari inisiatif anak-anak muda desa yang ingin mengoptimalkan potensi sumber daya alam yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.
“Desa memiliki sumber air melimpah, potensi wisata alam seperti air terjun, serta kekayaan budaya lokal. Dari situ kami mulai berdiskusi untuk mengembangkan potensi tersebut,” ujarnya.
Komunitas yang beranggotakan 12 orang ini mengembangkan berbagai sektor, mulai dari perikanan, kerajinan tangan, hingga seni dan pertamanan. Salah satu program unggulan adalah budidaya ikan lele dengan sistem bioflok yang dimulai sejak 2021.
Gaspar menjelaskan, budidaya lele awalnya menghadapi tantangan, termasuk rendahnya minat masyarakat. Namun, setelah panen pertama sebanyak 2.000 ekor habis terjual dalam waktu singkat, kepercayaan masyarakat mulai tumbuh.
“Dari situ kami kembangkan menjadi 4.000 ekor dan pasar mulai meluas hingga ke tingkat kecamatan,” katanya.
Pada 2023, komunitas ini memperoleh dukungan dari pemerintah pusat berupa bantuan pengembangan senilai Rp250 juta, yang digunakan untuk pembangunan kolam terpal dan fasilitas pendukung. Program ini berdampak signifikan terhadap peningkatan ekonomi masyarakat, bahkan angka pengangguran di desa disebut menurun hingga nol persen.
Selain perikanan, komunitas juga mendorong pengembangan UMKM berbasis kerajinan tempurung kelapa, bonsai, serta produk kreatif lainnya yang telah menembus pasar luar daerah.
Tidak hanya itu, Lolon Girek Jaya juga aktif menjadi mitra pembelajaran bagi sekolah dan perguruan tinggi, serta menyelenggarakan kegiatan tahunan seperti Festival Utowata untuk mempromosikan potensi desa.
Gaspar menekankan pentingnya kolaborasi dalam menjaga keberlanjutan program, baik dengan masyarakat, lembaga pendidikan, maupun pemerintah. Ia menyebut komunitas harus mampu beradaptasi dan profesional dalam berbagai peran.
“Komunitas ini bukan hanya tempat berkegiatan, tetapi juga ruang belajar, diskusi, dan pengembangan ide bagi masyarakat,” ujarnya.
Ke depan, komunitas berencana mengembangkan Desa Blepanawa sebagai desa wisata berbasis potensi lokal. Gaspar berharap gerakan ini dapat menjadi inspirasi bagi desa lain untuk berani mengelola potensi yang dimiliki.
“Kita mulai dari hal kecil, dari apa yang kita punya. Itu bisa menjadi kekuatan besar jika dikelola bersama,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....