Pemkab Manggarai Barat Gencarkan GENTING untuk Tekan Risiko Stunting

  • 23 Apr 2026 21:39 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) terus mengintensifkan intervensi bagi keluarga berisiko stunting melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING). Upaya ini menjadi bagian dari strategi percepatan penurunan stunting di daerah tersebut.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektor tingkat kabupaten yang digelar di Aula Kantor Bappeda, Kamis 23 April 2026. Kegiatan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan guna memperkuat kolaborasi dalam pelaksanaan program.

Kepala DPPKB Manggarai Barat, Rafael Guntur, menjelaskan bahwa GENTING merupakan program gotong royong yang diinisiasi oleh BKKBN dengan melibatkan berbagai pihak sebagai orang tua asuh bagi keluarga berisiko stunting.

“Program ini melibatkan masyarakat, swasta, dan instansi untuk memberikan bantuan nutrisi, pendampingan, serta perbaikan fasilitas sanitasi kepada keluarga berisiko stunting,” ujarnya.

Ia menambahkan, sasaran program ini meliputi ibu hamil, ibu menyusui, bayi dan balita usia 0–59 bulan, serta keluarga berisiko stunting. Bantuan yang diberikan mencakup Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal hingga intervensi non-nutrisi seperti pembangunan jamban, bedah rumah, dan penyediaan akses air bersih.

Menurut Rafael, keterlibatan berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk mendukung keberhasilan program tersebut.

“GENTING merupakan bagian dari dukungan terhadap implementasi Asta Cita Presiden, khususnya dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia,” katanya.

Berdasarkan data DPPKB, terdapat 1.183 keluarga berisiko stunting di Manggarai Barat yang tersebar di hampir seluruh kecamatan, dengan jumlah terbanyak berada di Kecamatan Komodo sebanyak 155 keluarga. Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah untuk segera dilakukan intervensi.

Lebih lanjut, dirinya menegaskan bahwa langkah pencegahan harus dilakukan sejak dini agar tidak berdampak pada peningkatan prevalensi stunting.

“Kita tentu tidak ingin angka prevalensi ini kembali meningkat, sehingga GENTING menjadi salah satu intervensi yang harus segera dioptimalkan,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....